orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

NUJEK : Wajah Baru Aplikasi Ojek Online Lokal Asal Pasuruan

NUJEK : Wajah Baru Aplikasi Ojek Online Lokal Asal Pasuruan
Sudah sebulan lebih aku tidak pernah mengaktifkan aplikasi driver Gojek. Selain memang dalam nuansa liburan yang sangat disayangkan kalau hanya dimanfaatkan untuk cari uang saja.

Banyak alasan sih kenapa aku mulai malas mengaktifkan aplikasi Gojek akhir-akhir ini. Selain beberapa hari setelah liburan keadaan tubuhku juga beberapa kali ngedrop dan harus banyak-banyak rehat biar lebih sehat. Sistem Gojek yang sekarang juga tidak begitu menguntungkan drivernya.

Menurutku, sistem tersebut cukup merugikan para driver terlebih driver yang statusnya sebagai pekerjaan sampingan saja. Dengan sistem prioritas atau sistem yang melihat sisi keaktifan driver serta riwayat keaktifan driver, driver yang jarang aktif seperti aku jadi sulit mendapatkan kesempatan mendapat order.

Kalau dulu kan, sistem Gojek melihat dari posisi driver terdekat. Mungkin untuk menghindari kecurangan driver yang menggunakan aplikasi tambahan atau yang sering disebut fake GPS, sistem Gojek dirubah menjadi seperti sekarang.

Awal-awal perubahan sistem sih, aku masih menikmati beberapa orderan meskipun jarak jemputnya lumayan jauh-jauh. Anggaplah orderan menjadi acak, driver yang dekat belum tentu dapat orderan, bisa jadi yang jauh justru mendapat orderan.

Nah sekarang, tidak hanya acak, namun yang mendapat kesempatan mendapat orderan adalah driver yang notabennya aktif tiap harinya. Lucunya, bahkan yang aktif tiap haripun terkadang ada kalanya dalam satu atau dua hari akunnya gagu.

Akun gagu adalah sebutan akun Gojek yang tidak berbunyi-bunyi (tidak mendapat orderan) dalam tempo yang cukup lama. Sedangkan sebutan akun Gojek yang sering mendapat orderan disebut Akun Gacor.

Kalau akun Gojekku bagaimana?

Alhamdulillah, Akun Gojekku Gagunya LUAR BIASA, hahahaha.

Pernah loh dalam satu hari dari pagi hingga sore hari, aku hanya mendapat 1 orderan saja. Aku hanya melihat teman-teman lainnya keluar masuk tempat ngopi untuk ambil penumpang. Sedangkan aku hanya menunggu gelas-gelas kopi milik teman lainnya dengan sangat-sangat sabar. Dan kejadian ini sudah berlangsung setelah lebaran kemarin hingga sekarang.

Kesal?

Tentunya sih iya! Namun karena bagiku pekerjaan ngegojek ini hanya sebagai pekerjaan sampingan, tentu hal ini tidak begitu aku pusingkan.

Toh aku masih mempunyai gaji tetap dari perusahaan aku bekerja. Sedangkan bagi teman yang kerjaannya full time Gojek, Aku sangat prihatin dengan keluhan mereka tentang hal tersebut.

Karena alasan tersebut, Aku jadi berharap agar ada pendaftaran baru driver Grab di daerahku. Aku ingin pindah dan mengibarkan aplikasi negeri tetangga di daerahku. Toh aplikasi Karya anak bangsa sudah tidak memperhatikan nasib anak bangsanya juga kan, wkwkwkw.

Ada Yang Tau Aplikasi Ojek Online Nujek?

pendiri aplikasi NUJEK
Kabar baiknya, di tempatku mulai mengudara aplikasi ojek online baru, Nujek (Nusantara ojek online). Aplikasi ojek online Nujek ini asli buatan pemuda Pasuruan loh?

Aplikasi Nujek ini diluncurkan sejak bulan November tahun 2018 di Surabaya, Jawa Timur. Didirikan oleh 4 orang Nahdlatul Ulama (NU), antara lain Gus Ghozali sebagai Chief Executive Officier (CEO), Imam Syafii sebagai Chief Operation Officier (COO), Umayya sebagai Chief Technology Officier (CTO), dan Lukman Khakim sebagai Chief Finance Officier (CFO).

Karena buatan pemuda Pasuruan sendiri, jadi auto daftar jadi drivernya dong? wkwkwkw.

Ingin Babat Alas Bersama Nujek di Daerahku

Namanya aplikasi baru, tentu kita mulai dari nol. Seperti saat awal-awal aku daftar Gojek, yang mana di tempat tinggalku masih beberapa driver yang aktif tiap harinya dan orderannya pun hanya beberapa. Begitupun untuk Nujek sekarang.

Sebenarnya aku sudah lama mendaftar menjadi Driver Nujek, namun karena pelanggannya yang belum mengenal Nujek, jadi aku Uninstall kembali aplikasinya setelah pendaftaran aku diterima.

Sekarang, melalui banyak promo yang dilakukan oleh pihak Nujek serta para driver juga dengan sukarela membagikan brosur saat ada event car free day atau lainnya. Alhamdulillah, kini ada beberapa pelanggan tetap yang menggunakan Nujek di daerahku.

Akhirnya aku juga ikut tertarik untuk ikut andil dalam babat alas memperkenalkan Nujek pada masyarakat.

Alasan Kenapa Aku Suka Dengan Nujek Dan Ingin Mengudara Bersamanya

NUJEK : Wajah Baru Aplikasi Ojek Online Lokal Asal Pasuruan
Sebenarnya banyak sih aplikasi ojek online baru yang mulai ikut andil dalam persaingan bisnis start-up transportasi online berbasis aplikasi ini. Seperti Anterin, Bonceng, TransJek, Maxim dan lain sebagainya.

Namun ada beberapa hal kenapa aku lebih suka mengudara dengan Nujek dari pada daftar di aplikasi lainnya. Alasannya antara lain :

#1. Aplikasi Lokal

Hal utama yang jadi pertimbanganku tentu saja karena aplikasi ini adalah buatan pemuda lokal.

Dengan begitu aku bisa bertemu dengan pengurus dari penyedia aplikasi ojek online ini secara langsung. Jadi aku bisa tau sejauh mana niatan dan usaha dari penyedia aplikator ini mau bersaing dengan dua brand raksasa ojek online Grab dan Gojek.

#2. Tampilan Aplikasi dan Layanannya

Hal kedua yang aku pertimbangkan adalah visi dari penyedia aplikasi beserta fitur apa saja yang ingin dikembangkannya.

Secara garis besar, aku suka dengan layanannya apalagi tentang fitur bebas berlangganan yang tidak dimiliki oleh kedua brand besar Gojek dan Grab.

#3. Menggugurkan Sudut Pandang Ojek Pangkalan

Selama ini, ojek pangkalan di daerahku cukup konsisten dengan pendapatnya tentang ojek online. Bahwa hadirnya ojek online itu semacam mencuri rezeki yang dia dapatkan tiap harinya.

Ojek online juga dinilai sebagai robot yang tidak memiliki solidaritas sesama ojek mengingat kinerja ojek online tidak ada batasan wilayah. Sedangkan para ojek pangkalan hanya bisa narik di pangkalannya sendiri.

Mungkin dengan adanya Nujek, ojek pangkalan jadi punya alternatif lain untuk ikut masuk dalam era modern. Karena selama ini kesusahan untuk mendaftar menjadi driver ojek online.

Karena Nujek merupakan aplikasi buatan pemuda lokal, aku harap sih mereka (ojek pangkalan) lebih welcome dan menerima kehadiran driver Nujek bersanding bersama dalam mengais rezeki.

#4. Tarif Yang Bersaing

Untuk mengalahkan dominasi Grab dan Gojek, tentu ojek online baru harus memiliki siasat dalam promosi agar pelanggan mau pindah dan menggunakan aplikasi ojek online tersebut.

Kalau promonya bakar duit seperti Grab, penyedia ojek online baru mungkin tak akan sanggup melakukannya. Jadi yang dititik beratkan adalah tarif yang lebih murah dari pada Grab dan Gojek.

Di Nujek, tarif minimal sebesar Rp. 7.000, sedangkan driver mendapatkan tarif bersih Rp. 6.100. Sedikit lebih murah sih yang dihasilkan oleh driver dari pada tarif Gojek atau Grab. Namun itu sebanding untuk bisa bersaing dengan Grab dan Gojek.

#5. Prospek ke Depannya

Kalau boleh mengira-ngira, prospek ke depannya Nujek ini akan mampu bersaing dengan Grab dan Gojek dengan melihat yang sudah aku sebutkan di atas (setidaknya itu untuk di daerahku). Namun apakah aplikasi ini menguntungkan bagi driver, itu masih jadi pertanyaannya?

Fitur insentif di Nujek belum ada, aku juga belum memahami sistem di Nujek masalah bonus itu ada atau tidak. Karena dengan melihat sistem diperbolehkan berlangganan, tentu menerapkan pola insentif akan menimbulkan banyak kecurangan yang dilakukan driver.

Mungkin sistem reward yang diberikan oleh pihak Nujek sendiri dengan melihat performa driver tiap bulan atau tiap minggunya, itu jauh lebih masuk akal untuk diberikan.
Fitur-Fitur Layanan Yang Menarik Di Nujek

Apa Yang Menarik Dari Nujek?

NUJEK : Wajah Baru Aplikasi Ojek Online Lokal Asal Pasuruan
Selayaknya aplikasi ojek online, di Nujek juga ada layanan antar jemput (NuRide), pesan makanan (NuFood) dan antar paket (NuFast). Yang membuat beda adalah adanya layanan NuMart yakni layanan belanja ke sebuah toko untuk keperluan membeli suatu produk.

Di Gojek kita mengenal GoShop, namun kita harus mengisi produk dan menentukan lokasinya secara manual untuk memesan. GoMart pun juga berlaku untuk pembelian produk di Alfamart saja. Sedangkan di Grab, ada layanan GrabFresh namun hanya toko-toko besar tertentu yang bekerja sama.

Numart justru akan lebih menarik, sebab toko kelontong bisa di ajak kerjasama dalam aplikasi ini. Driver juga tidak binggung mencari lokasi toko karena toko yang sudah bekerja sama dengan Nujek dengan menentukan keakuratan lokasi serta ketersediaan produk yang ada di toko tersebut.

Fitur lain yang menarik dan berbeda dari pada yang lainnya adalah pelanggan bisa memilih driver secara langsung atau membiarkan secara acak dipilihkan oleh sistem. Dengan adanya fitur ini, pelanggan wanita bisa sekali memilih driver wanita juga.

Kekurangannya adalah tidak adanya uang digital. Jika di Gojek ada Gopay dan Grab ada OVO, Nujek metode pembayarannya hanya menggunakan uang cash. Uang digital hanya ada di aplikasi driver untuk pemotongan biaya bagi hasil mitra.

Dengan adanya Nujek, aku punya alternatif lain selain akun Gojek aku yang dalam mode gagu, hehehe

Meskipun pelanggannya tidak banyak, aku akan berjuang untuk mempromosikannya biar lebih dikenal oleh masyarakat. Termasuk di artikel ini, bukankah ini juga wujud dari promosi juga?

Kalau kalian tertarik dengan ini, jangan ragu install aplikasinya yah. Kalau perlu di share deh ke teman-temannya, wkkwkwkw #JustWriteNoFight

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar