orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Membuat Blog Baru Dengan Niche Tertentu

Membuat Blog Baru Dengan Niche Tertentu
Source : unsplash.com
Membuat blog baru lagi?

Rasanya aku belum kapok-kapok membuat banyak blog di berbagai platform yang kemudian diterlantarkan begitu saja.

Pernah sih aku singgung di blog ini tentang membuat blog lagi di medium dan di blogger. Membuat blog di medium sebenarnya cuma iseng dan ikut-ikutan mas Diptra. Sempat beberapa kali posting artikel di sana kemudian terabaikan.

Jauh sebelum itu aku juga membuat konten di platform blogger dengan visi “ingin mengenalkan kota (kecamatan) Pandaan”. Namun akhirnya kandas di tengah jalan karena kesulitan membuat konten (jarang piknik) serta kesulitan setting SEO dan HTML yang tidak sepraktis Wordpress (karena harus edit manual semua)

Pernah juga aku membuat konten ber-niche “tulisan dan blog” dengan platform blogger juga. Namun karena kurangnya ilmu, aku tidak percaya diri untuk melanjutkan membuat konten di sana.

Emang dasar deh, hobiku tuh semacam ngabisin stock nama domain kemudian ditelantarkan begitu saja. Yah semacam nelantarin mantan gitu, huhuhu

Terus kalau udah punya pengalaman nelantarin seperti itu, kenapa buat blog lagi?

Kondisinya sekarang sudah berbeda, semenjak Naruto menjadi Hokage dan menciptakan era perdamaian baru, akhirnya aku mulai serius membuat blog baru ini.

Emang ada jaminan tidak ditelantarkan lagi?

Tidak dong! Kan aku buat blognya langsung di mapping domain, jadi blog ini berbayar loh.

Sebenarnya bukan alasan seperti itu yang membuatku tidak ingin menelantarkan blog baru ini. Namun seperti pengalamanku membuat blog baru dan kandas di tengah jalan, ada satu hal yang memfaktori kenapa akhirnya berhenti menulis sebuah blog.

Berkaca kepada blog Penadiri ini yang sudah 4 tahun mengudara, aku rasa ada satu hal yang membuat aku terus eksis dan konsisten mengisi konten blog ini (walaupun udah jarang membuat konten juga sih) dari pada blog yang lainnya.

Faktor utamanya adalah kesenangan dan pengalaman pribadi.

Aku menyadari bahwa blog baru yang aku buat dulu tidak sepenuh hati dalam membuatnya. Kontennya pun bukan sebuah pengalaman pribadi bahkan aku awam dalam membuat konten seperti itu.

Seperti halnya membuat blog dengan tema “blogger”. Membuat blog dengan tema blogger sebenarnya sudah banyak sekali orang yang membuatnya. Jadi peta persaingannya sangat berat sekali, rasanya mustahil untuk blogger pemula seperti aku untuk memuncaki tangga lagu halaman pertama Google.

Untuk kontennya sendiri cukup mudah dalam membuatnya, toh banyak rujukan dan referensi yang bisa kita gunakan dalam membuat kontennya. Namun apa dengan itu sudah cukup?

Aku rasa konten yang dibuat dengan mencontoh dari rujukan blogger lain, hasilnya sangat tidak direkomendasikan. Meskipun kita pandai mengolah kata agar tidak terlihat sama, namun konten yang dibuat seperti itu tidak sedap dipandang dan terkadang lebih menyesatkan.

Jauh lebih enak membuat konten yang sudah kita pahami betul dan kita memiliki ilmu untuk itu, misalnya saja membuat konten tentang pengalaman pribadi.

Meskipun kontennya berbeda dari rujukan artikel lain di internet, namun karena ini pengalaman pribadi, ada nilai plus dengan bukti kongkrit dari sebuah pengalaman.

Toh setiap orang memiliki sudut pandang sendiri-sendiri bukan? Jadi tidak salah dong kalau kita menyajikan konten yang berbeda namun tetap berujukan dengan pengalaman pribadi sebagai sumbernya.

Yang jelas, konten yang dibuat dengan rujukan pengalaman pribadi biasanya alurnya lebih enak dibaca dan mengalir apa adanya.

Hal ini pernah aku buktikan sendiri dengan ikut lomba blog sana-sini. Dengan berbagai rujukan dan editing infografik sehari semalam, namun hasilnya gagal dan tidak memenangkan apa-apa.

Selain karena aku tidak berbakat ikut lomba blog (maklum bukan anak bahasa, cuma anak mama yang manja) juga setelah aku baca ulang artikel yang aku buat, memang pantas aku tidak memenangkannya, hahahaha.

Namun pernah sekali aku memenangkan lomba blog bahkan aku tidak menduganya akan memenangkan hal tersebut. Dengan konten apa adanya, alurnya ngalor-ngidul (menurut aku), dan infografiknya juga biasa saja, justru konten seperti itu memenangkan lomba blog tersebut.

Namun setelah aku kaji ulang, ternyata konten yang aku buat memang ngalor-ngidul namun tetap mengena isi kontennya. Semua aku tulis dengan segenap hati karena memang punya pengalaman pribadi soal konten tersebut.

Dengan berat hati dan sedikit rasa iba, akhirnya juri memutuskan bahwa artikel aku memenangkan perlombaan tersebut dan memenangkan sebuah honda civic yang bisa aku bawa pulang dengan mahar ginjalku didonasikan, hahahaha.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya aku menyadari bahwa membuat blog baru dibutuhkan tekad sekuat api dan diisi dengan segenap hati. Perlu ilmu dan pengalaman pribadi agar bisa membuat konten secara konsisten dan diterima oleh pembaca.

Karena konten yang baik bukan berarti konten tersebut berada di halaman pertama Google, melainkan yang bisa membuat pembaca bersimpati dan merasakan emosi saat membacanya.

Kalau hanya untuk nangkring di halaman pertama Goggle, tribunnews aja bisa nangkring meskipun kontennya kadang menyebalkan dan tidak relevan.

Membuat Blog ber-Niche Khusus

Membuat Blog Baru Dengan Niche Tertentu
Source : trikinet.com
Membuat blog ber-niche khusus sebenarnya gampang-gampang susah, namun lebih mudah lagi kalau membuat blog gado-gado macam blog ini.

Blog ber-niche khusus akan membahas satu tema saja di artikelnya. Sedangkan blog gado-gado umumnya memiliki variasi jenis konten, sehingga penulisnya bisa punya banyak ide dalam membuat artikel.

Apakah membuat blog ber-niche itu susah?

Menurut aku sih, membuat artikel baik itu satu tema atau banyak tema, semua tergantung pada kebisaan kita sih. Jika kita membahas artikel yang sudah kita pahami dan kenali, seharusnya membuat konten ber-niche ataupun tema gado-gado bukanlah sesuatu yang sulit.

Namun kebanyakan dari blogger yang membuat blog ber-niche khusus, sering sekali memaksakan diri dalam membuat konten yang sebenarnya bukan keahliannya. Akhirnya yah seperti pengalamanku sebelumnya, blog jadi tidak terurus dan terabaikan ke depannya.

Jadi ada baiknya jika kita ingin membuat blog, baik itu dengan satu tema ataupun banyak tema, usahakan membuat konten yang sudah kita pahami dan kuasai.

Untuk itu, aku meyakinkan diri untuk membuat blog baru lagi dengan tema khusus yang sudah aku pahami dan aku kuasai.

Blog Baru Kisah Ojek Online

Sama halnya blog Penadiri dengan moto “Catatan Hati Mengenal Diri” merupakan blog yang ingin aku isi dengan catatan-catatan pribadi untuk memperbaiki diri. Begitulah pada awalnya. Namun sekarang setelah mencicipi gurihnya sponsor konten dan adsense (yang baru cair setalah 2,3 tahun bekerja sama) akhirnya blog aku ini jadi blog gado-gado rasa nano-nano dicampur dengan nutrisari rasa jeruk maroko, Ambyar banget deh rasanya.

Namun biarlah, yang penting tetap eksis hingga sekarang dan semoga bisa eksis hingga satu dekade ke depan. Toh memang blog ini aku buat juga bertujuan agar menjadi sebagai prasasti untuk keturunanku nantinya.

Blog baruku bernama “Kisah Ojek Online” yang beralamatkan di kisahojol.com, yang mengisahkan perjalananku selama menjadi driver ojek online.
logo kisahojol.com
Kepikiran membuat blog tentang ojek online ini berawal dari tawaran kerjasama contenplacement yang bertujuan menanamkan backlink ke sebuah situs pribadi tentang ojek online juga.

Dengan penuh hasrat dan adrenalinku mulai bergejolak, akhirnya aku berpikiran “kenapa aku tidak membuat blog seperti itu juga yah”. Toh aku memiliki pengalaman soal itu juga. Akhirnya aku memberanikan diri untuk membuat blog baru ini.

Namun tidak serta merta aku langsung membuat blog tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Aku tuh suka merencanakan suatu projek dengan perencanaan yang matang. Aku buatlah sebuah laman excell dan aku tuangkan semua unek-unekku di situ.

Perencanaan itu mulai dari visi misi, nama domain, kategori yang ada hingga menciptakan 100 judul artikel sebagai syarat agar aku tidak kehabisan ide saat memulainya. Dan Alhamdulillah aku berhasil memulainya dan berproses mengisinya.

Untuk ke depannya, aku harus belajar lagi bagaimana setting blog di paltform blogger ini. Berbeda dengan platform Wordpress yang sangat memanjakan dengan adanya plugins yang User friendly dan SEO friendly. Di blogger aku harus setting secara manual semuanya.

Yah semoga tekad dan moodku terus konsisten agar blog ini tidak terabaikan lagi.

Eh jangan lupa, kunjungi blog baru aku yah. Follow blog dan fanspagenya serta sebarin deh ke semua teman-teman kalian biar pada tau, hahaha.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar