orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri
Source : pixabay.com
Sebenarnya kalau menurutku sih, nggak ada yang special untuk menjadi suami idaman bagi sang istri. Cukup punya uang gajian yang berlimpah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, serta meluangkan banyak waktu untuk sekedar berkomunikasi antara suami dan istri.

Kurasa dua hal tersebut sudah cukup menjadikan sosok suami menjadi suami idaman bagi istrinya. Itu pendapatku, entah kalau pendapat orang lain terutama dari sudut pandang wanita.

Untuk aku sendiri, sepertinya jauh dari sosok suami idaman apalagi perihal dua hal di atas tadi. Dari gajian yang berlimpah saja sepertinya... hmm.. ya alhamdulillah. Sedikit banyak kebutuhan rumah tangga terpenuhi dengan kecerdasan istri mengelola uang yang tak seberapa. Bukan karena banyaknya uang gajiku.

Setidaknya aku sudah berusaha mencari rizki yang mudah-mudahan halal bin berkah, yang mampu memenuhi semua kebutuhan rumah tangga.

Perihal waktu luang bersama, sepertinya hanya hari minggu saja yang aku bisa berikan waktuku sepenuhnya untuk keluarga. Karena jarang sekali aku menjual waktu liburku untuk hal semacam lembur dadakan maupun lembur yang tak dirindukan.

Jadi menurutku, sebagai suami yang belajar menjadi sosok suami idaman. Banyak hal selain 2 hal di atas tadi yang perlu kita pahami demi kelancaran hidup berumah tangga. Hal-hal kecil yang perlu kita pelajari di antaranya:

#1. Memanjakan istri Dengan Mengantikan Mencuci Pakaian

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri
Source : unsplash.com
Bagi yang bujang-bujang, Stop membiarkan pakaian kotor di cuci sama Ibu kalian.

Udah...! jangan gengsi dan berlagak sok dech, bilang ke orang-orang kamu yang nyuci pakaian sendiri. Wkwkwkw

Ok, terkecuali bagi yang hidup menderita di kamar kontrakan atau kost-kost’an yang jauh dari orang tua. Aku salut bagi mereka yang memutuskan untuk berjuang mencari jati diri serta kemapanan diri jauh dari belaian orang tua.

Jujur saja, aku dulu juga pernah merasakan nge-kost, karena memang saat itu mendapat pekerjaan yang jauh dari kota tempat tinggal. Jadi mau-tidak mau segala hal untuk hidup, ya kita sendiri yang harus mempersiapkan. Begitu pula dengan mencuci pakaian.

Tapi setelah mendapat pekerjaan dalam kota yang memungkinkan aku pulang-pergi dari rumah, menjadikanku pribadi yang sedikit malas, apalagi soal pakaian kotor. Nyaris hanya hari minggu saja aku mencuci pakaianku sendiri, paling-paling hanya pakaian dua hari (jum’at dan sabtu) yang berada dalam list pakaian kotor.

Trus selain hari itu, siapa yang nyuci? Hehehe, pastinya Ibuku tercinta.. :P

Banyak loh para bujang-bujang pria yang ngakunya nyuci sendiri, tapi setelah aku mampir ke rumahnya dan ngobrol akrab sama ibunya, Tadaaa... kedok kebohongnya terbuka dengan sendirinya.

Udahlah, jangan berbohong untuk kebaikan diri, tak akan ada baiknya. Jujur itu lebih mudah dan bubur terasa lebih enak, wkwkwkw *apaan sih

Untuk sekarang, gini nih enaknya punya istri yang pengertian. Jadi di setiap hari kerja, istriku yang mencucikan celana, sarung, seragam dan jimat segitiga bermistis. Sedangkan hari libur, gantian aku yang mencuci pakaianku sendiri, pakaian anak serta pakaian istri. Pun terkadang sama istri masih dibantu juga.

Kenapa sih lelaki harus mencuci pakaian? Bukankah tugas istri yang mengurusi tugas rumah, termasuk mencuci?

Udah, jangan memperdebatkan hal seperti itu. Hak suami dan istri hanya satu, Bahagia bersama.

Istrikupun juga terkadang merasa berat untuk mencuci celana jeansku. Tapi karena rasa cintanya, agar suami tercinta tetap memakai pakaian yang bersih dan harum, dia senantiasa dan sukarela serta ikhlas dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Jadi, apa salahnya ketika hari libur tiba, kita sebagai suami memanjakan istri biar rehat dari kegiatan harian cuci mencucinya.

Diawal pernikahan, sempat aku kesulitan karena sudah lama tak mencuci pakaian sendiri. Dengan bantuan istri dengan mengajari tip dalam mencuci, menjadikanku semakin mahir dan cepat dalam mencuci.

#2. Menyapu dan Mengepel Lantai

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri
Source : unsplash.com
Untuk menyapu, kayaknya tidak ada yang perlu diajarkan. Pastinya semua orang baik laki-laki atau perempuan juga bisa untuk menyapu dan mengepel.

Toh, sejak di Sekolah Dasar juga, kita dikenakan jadwal piket harian menyapu kelas.

Disela kesibukan mengurus anak, rasa lelah dan capek juga akan menyelimuti Istri. Ada baiknya kita sebagai suami, membantu menyapu untuk sekedar meringankan beban pekerjaan istri.

Walau terkadang rasa ingin membantu yang aku rasakan, baru bisa tersadarkan setelah istri memintah tolong sih. Terlihat istri yang sedang kerepotan mengurusi dua bidadari cantikku, jadi rasanya tidak tega aja.

Toh, setelah di sapu dan mengepel, lantai harum yang dapat menimbulkan gairah bersemangat lagi.

#3. Sesekali Memasak Untuk Istri, Biar Terlihat Lebih Romantis

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri
Source : unsplash.com
Ini yang harus dipelajari dengan seksama. Memasak itu salah satu keahlihan yang harus bisa di lakukan oleh para suami.

Kok bisa? Bukannya memasak tugas istri?

Udah, jangan ngomongin hak dan kewajiban di sini. Kuulangi sekali lagi, tujuan pernikahan adalah sebuah kebahagian BERSAMA

Sengaja menebalkan kata “bersama” dengan maksud memberi kesan bahwa yang harus bahagia itu bukan suami saja atau istri saja. Tapi keduanya harus merasa sama-sama bahagia, baru bisa terwujud sakinah, mawaddah, warohmah.

Ada kalanya ketika istri sakit atau istri lagi bepergian ke rumah orang tuanya, kita merasa kelaparan. Kan bisa saja kita masak sendiri untuk diri sendiri, walau rasanya tak selezat masakan istri. Setidaknya kita hargai hasil karya sendiri. Apalagi kalau bisa memasak untuk istri, itu sebuah kesenangan tersendiri

Istriku sering kali memintaku untuk membuatkan mie instan ketika merasa kelaparan saat tengah malam.

Tenang, aku selalu memasak mie instan tersebut dua kali, untuk menghilangkan zat lilin dari mie instan. Aku juga sering menambahkan telur dan sayur-mayur di dalam mie buatanku, biar terasa lebih enak. Istriku sangat menyukainya

Pun juga ketika makan malam, lauk tinggal 1 ekor tempe, *emang tempe ada ekornya yak, wkwkwk. Aku sering membuat nasi goreng ala irawan. Aku tambahkan telur dan sosis serta kalau ada sayur aku masukkan juga, seperti toge, gubis, sawi, wortel pokoknya seadanya di kulkas deh.

Tentang rasanya, bagiku, ya lebih enak beli nasi goreng di luar rumah, hahahaha :D

Cuma lumayan lah dengan bumbu seadanya dan cukup untuk menganjal perut hingga pagi esok. Kalau kata istri sih, enak-enak saja, walaupun memang enak sebenarnya.

Siapa dulu yang masak? Wkwkwkw 😂

#4. Memijati Istri Untuk Relaksasi dan Tujuan Lain...

Hal-Hal Kecil Yang Harus Dipelajari Untuk Menjadi Suami Idaman Istri
Source : pixabay.com
Ini yang paling aku tunggu tunggu.. eakkk wkwkwkw

Memijati istri.! Ada yang tanya?

Oke, aku jelasin,...

Kenapa dengan memijati istri, bukannya istri yang harus memijati suami?

Yeee... Tadi ditanya, ngak mau tanya,

Sekali tanya, kembali lagi dengan pertanyaan konyol yang sering didebatkan. Apa perlu aku tulis lagi tujuan dari penikahan. ^_^ maap bang, nggak usah di tulis lagi deh.

Kebetulan istriku ini, tangannya mini sekali, apalagi ujung jarinya. “Derijine mucuk eri” begitulah peribahasa bahasa jawa yang aku pelajari di Sekolah Dasar dulu.

Saking mininya, hingga tak terasa kalau suruh mijit-memijit, beda lagi kalau suruh mijik yang itu... *ups, sensor

Berbeda dengan jemariku. Kalau untuk memegang kepala istri mah, cuma butuh dua pertiga dari telapak tanganku. Lah biasanya buat memegang bola basket dengan satu tangan.

Sepertinya, istriku ini sangat ketagihan dengan enaknya pijitan telapak tanganku. Emang yang namanya sentuhan lelaki itu bikin ketagihan kok buk,wkwkwkwk 😂

Endingnya, Setelah istri puas dipijit dan merasa lebih enakan badannya. Barulah aku akan dapat jatah harian, wkwkwkw becanda... Kalau yang itu mah, tergantung niat dan mood berdua, biar lebih BAHAGIA BERSAMA.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar