orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah

Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah
Source : pixabay.com
Di zaman sekarang, banyak orang yang sibuk bekerja siang malam untuk mengais rezeki yang halal. Terkadang ada yang sampai melupakan kebutuhan hidupnya seperti istirahat atau refreshing untuk sekedar menghilangkan penat.

Suka atau tidak, Kita hidup di zaman modern yang serba materialistis. Seakan-akan uang merupakan faktor terpenting dalam hidup. Untuk makan butuh uang, untuk refreshing butuh uang, untuk mencukupi kebutuhan lainnya juga butuh uang.

Memang harus diakui bahwa kehidupan kita tetap butuh uang untuk bisa bertahan. Dan oleh sebab itu, banyak di antara kita bekerja keras siang malam hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun pada kenyataannya, kita hanya cukup makan tiga kali sehari meskipun banyak mempunyai uang. Biarpun kita makan di sebuah restorant yang harga makanannya cukup mahal, rasa kenyangnya juga sebanding dengan makanan di sebuah warteg pinggir jalan.

Tapi kan rasanya beda?

Masalah rasa itu hanya selera. Biarpun di hadapan kita katanya merupakan makanan terlezat di dunia, tapi jika kita tidak suka makanan tersebut, mau diolah seperti apapun, kita tidak akan mau memakan makanan tersebut. Karena rasa enak itu juga masalah sudut pandang.

Jadi untuk apa kita bekerja siang malam kalau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang kiranya hanya cukup makan tidak lebih tiga kali sehari.

Bekerja itu bagus dan wajib untuk memenuhi kebutuhan, tapi jangan berlebihan. Apalagi sampai mengorbankan waktu yang dikhususkan untuk sendiri.

Hiburan juga boleh, agar kita tidak bosan. Tapi jangan sampai melalaikan, apalagi sampai melalaikan kita sebagai makhluk Tuhan.

Aktif di organisasi juga sangat keren, tapi jangan lupa kita juga punya prioritas pribadi yang wajib dipenuhi. Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat sibuk kesana kemari. Karena sibuk itu melenakan.

Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah
Source : unsplash.com
Banyak orang tidak menikah-menikah, padahal usianya sudah bisa dibilang usia matang untuk menikah. Alasannya bermacam-macam, ada yang sibuk melanjutkan S2, ada yang masih mengejar karir, ada juga yang sibuk bekerja untuk menyiapkan masa depan.

Padahal kehidupan ekonomi juga sudah stabil, terus sampai kapan kamu akan menikah, jika masih sibuk dengan urusan dunia yang tak akan putus hingga akhir hayat?

Nunggu dipertemukannya dengan jodoh? Kan katanya jodoh itu tidak akan kemana?

Jodoh memang tidak akan kemana, tapi mau sampai kapan menunggu. Jangan salahkan jodoh yang tidak bertemu kalau kamu sendiri saja masih sibuk dengan kerjaan sampai lupa ihtiar.

Jodoh dan rezeki itu memang sudah ditetapkan, tapi apa dengan menunggu tanpa ikhtiar rezeki akan datang begitu saja di depan mata. Tentu tidak kan?

Sama halnya dengan menginginkan sebuah pekerjaan. Pekerjaan tidak akan langsung menawarkan kepada kita dengan sendirinya. Semua itu butuh proses ikhtiar, dari menulis CV, mengirimkannya lewat pos, ada waktu menunggu panggilan kerja, ada penolakan juga.

Semua itu butuh proses. Jodoh juga sama.

Kalau kita diam di rumah tanpa melakukan ikhtiar. Bagaimana jodoh kita akan menemukan kita.

Jodoh itu harus dicari dan juga dinanti. Dicari dengan memperbanyak silatorohmi dan dinanti dengan kesabaran hati berdoa kepada Sang Ilahi.

Maka dari itu, jangan terjebak pada kesibukan yang melenakan. Berikanlah waktu untuk ikhtiar memantaskan diri. Perjalanan mencari jodoh memang penuh dilema. Terkadang terasa begitu sakit karena sebuah penolakan, ataupun terasa begitu rumit dengan banyaknya ketidakpastian.

Tapi hal tersebut bukan menjadi halangan berarti, karena setiap ada pertanyaan, pasti ada jawaban. Setiap ada ujian, pasti akan ada berkah disetiap jalan yang kita lalui.

Teruslah memantaskan diri dan dibarengi ikhtiar mencari dan menjemput cinta sejati. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar selalu didekatkan dengan jodoh kita.

Karena mencari jodoh itu tak semudah beli baju di online shop, transfer sekarang, beberapa hari kemudian barang sudah sampai di rumah. Karena jodoh bukan sebuah barang yang bisa dibeli dengan uang.

Sesibuk apapun kita mengurusi urusan duniawi, sempatkan waktumu sedikit untuk ihktiar dan berdoa kepada-Nya untuk mendapatkan jodoh yang hakiki.

Mencari jodoh itu harus ada do'a yang mesti terus dipanjatkan. Ada ikhtiar yang mesti disempurnakan. Dan ada tawakal yang mesti terus dilakukan.

Percayalah, apapun yang kita lakukan itu tidak akan sia-sia. Jika jodoh tidak kita dapatkan, kita akan lebih dewasa untuk mempercayai bahwa ada jodoh yang telah disiapkan untuk kita di depan sana.

Percayalah, semua yang kau lakukan tidak kan sia-sia. InsyaAllah berpahala.Toh, tugas kita bukan untuk berhasil. Tapi tugas kita untuk mencoba. Karena saat mencoba ada kemungkinan besar untuk berhasil. Setia Furqon Kholid

Yuk Ikhtiar dan menanti dengan sabar serta senantiasa terus berdoa dan percaya akan takdir terbaik dari-Nya.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar