orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Masih Zaman Ngarepin Dia Yang Sudah Meninggalkanmu? Yuk Move On Dari Sekarang

Masih Zaman Ngarepin Dia Yang Sudah Meninggalkanmu?
Source : pixabay.com
Semua orang pasti akan merasa sangat terluka dan sakit hati ketika dihianati dan ditinggalkan disaat masih sayang-sayangnya. Hati yang telah nyaman berada di dekat dia, kini tiba-tiba disayat dengan silet berkarat secara paksa. Ada rasa hancur, bingung dan merana disepanjang detik tiap harinya.

Seakan kita terluka parah, tapi tak berdarah. Ditusuk sedalam-dalamnya, tapi tak menyisakan luka di luarnya. Dokterpun tak akan sanggup memberikan resep obat untuk mengobati luka seperti itu. Mungkin waktulah yang bisa menyembuhkan secara bertahap, meskipun butuh waktu yang lama.

Pernah mengalami hal seperti itu? Kalau pernah, kita sama hehehe

Mengobati sakit hati itu tidaklah mudah. Butuh waktu, butuh proses, butuh kesabaran dan keikhlasan tinggi untuk bisa menerima kenyataan seperti itu.

Luka fisik bisa terlihat sembuh dengan melihat lukanya. Namun luka hati, meskipun kita berucap “aku sudah sembuh” itu belum tentu dikatakan sudah sembuh. Istilahnya adalah “Tidak bisa Move on

Move-on sendiri bisa diartikan sebagai berpindah, bergeser dan sebagainya. Namun untuk istilah kata gaul zaman now, move-on berarti perpindahan cinta atau pasangan lama ke pasangan yang baru.

Namun banyak loh dari kebanyakan orang mengatakan bahwa sudah move-on dari yang lama, namun kenyataannya tidak sepenuhnya benar.

Seperti saat masih sering stalking media sosialnya, dari mengikuti statusnya, membaca story IG-nya, maupun masih tanya-tanya kabar dia melalui teman-temannya. 

Terus mau kamu apa? 

Berharap si dia mau balikan dengan kamu?

Masih Zaman Ngarepin Dia Yang Sudah Meninggalkanmu?
Source : unsplash.com
Katanya mau move on, tapi kok memperhatikan seorang yang jelas-jelas telah meninggalkanmu.
Katanya sudah move on, tapi kok masih menyibukkan diri dengan hal tak penting seperti “status dan story” media sosial mantan.
Kalau sudah move-on, berbuat baiklah dengan dirimu sendiri. Salah satunya dengan mengikhlaskan dan merelakan dia dengan orang lain.

Percayalah, jika kamu sudah baik dengan diri sendiri nanti akan ada orang baik yang lain yang kan kita jumpai di depan sana.

Namun jika sudah dekat, jangan membandingkan si dia dengan sang mantan. Apalagi jika kita hanya mencari yang lebih sempurna dari sang mantan.

Kita takkan pernah menemukan orang yang sempurna untuk melengkapi sepotong hati kita. Sekalipun kita menyelusuri setiap lekuk dan sudut-sudut kota di dunia untuk mencarinya.

Sebab tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah kita yang menyempurnakan pasangan kita dengan rasa syukur kita.

Jadi bersikaplah dewasa. Tidak semua yang kita inginkan dan yang kita harapkan benar-benar nyata dengan sempurna terjadi dalam hidup kita.

Belajarlah dari setiap keadaan, mungkin ini cara Tuhan agar kita rela melepaskan, ataupun ini cara Tuhan untuk mengajarkanmu arti dari kesabaran.

Percayalah, Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik, bahkan terkadang di luar dugaan. Tapi justru kitalah yang selalu berburuk sangka terhadap ketentuan dan skenario yang telah ditakdirkan Allah untuk kita.

Akhir kata...

Dari 35 Provinsi, 

17.058 Pulau, 

264 juta Penduduk 

Dan kamu masih ngarepin si diaaaa ? 

HELLOWWWWW

Yuk Move on sekarang juga

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar