orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?
Source : unsplash.com
Apakah kamu menyesal menikah dengannya?” Tanyaku pada seseorang teman yang telah mengakhiri rajutan tali asmaranya dengan seorang wanita.

Tidak, bukan perihal penyesalan. Karena menikah adalah keputusan kita berdua. Kita tidak pernah tau jika ujung dari perjalanan cinta kita terbentur oleh tembok yang pada akhirnya memisahkan kita berdua”

"Sungguh aku tak menyesal, aku sudah berusaha untuk tetap membahagiakannya. Meskipun pada akhirnya bahagia yang aku damba itu tak lagi ada, aku bersyukur telah mengenalnya dan mencintainya sepenuh hati yang kurasa. Tidak ada yang salah, mungkin memang sudah takdir kita harus berpisah”.

Aku ikut bersedih mendengar jawaban temanku tersebut. Aku bangga dengan ketabahannya. Aku yakin mengikhlaskan hal seperti itu tidaklah mudah. Disaat kita sudah terbiasa hidup berdua, menjalani keseharian berdua, tiba-tiba kebiasaan tersebut jadi sirna.

Aku tersadar bahwa menikah tidak selalu melulu soal bahagia. Terkadang ada juga menikah yang diniatkan untuk bahagia, ternyata berujung derita dan merana. Karena aku sendiri juga merasa bahwa menyatukan dua ego itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak cobaan dan terpaan hidup dalam kehidupan berumah tangga.

Kalau aku pribadi, jika ditanya “pernah menyesal tidak dengan sudah menikah?

Maka aku jawab IYA...

Tidak ada kehidupan berumah tangga yang selalu bahagia, pasti akan ada naik turunnya kualitas kehidupan. Terkadang kita berada di atas kadang juga di bawah.

Mungkin bagi sebagian yang masih single, kehidupan ini semacam roller coster. Tapi bagiku, disaat sudah menikah, kehidupan itu seperti jet coster. Percepatan rasa bahagia dan rasa terluka itu luar biasa terasa dari pada disaat masih single dulu.

Coba bayangkan ketika kalian ada masalah saat masa pacaran. Kalian bisa saling menghindari dengan kesibukan lain. Nah kalau setelah menikah, bagaimana kalian bisa menghindar kalau kalian berada dalam satu wilayah yang sama, tidurpun juga bersama-sama. Nah di situlah tingkat kesulitannya.

Adapun beberapa penyesalanku disaat sudah menikah adalah :

#1. Tangisanmu Adalah Penyesalanku

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?
Source : pixabay.com
Banyak orang yang mengira bahwa aku orang yang tegar, aku orang yang kuat dan selalu menyikapi cobaan hidup dengan hal baik dan penuh semangat. Padahal itu tidak sepenuhnya benar.

Hatiku cukup rapuh akan gonjangan.

Seperti disaat aku mengalami kebutaan waktu itu. Disatu sisi aku tidak ingin melihat orang di sekitarku mengasihaniku, aku juga tidak ingin melihat mereka bersedih akan keadaanku. Jadi sebisa mungkin aku tidak mengeluh dan tetap bahagia seperti orang normal lainnya.

Tapi tangisanmu adalah pengoyak hatiku.

Aku mendengar suara tangismu dalam doa yang kau panjatkan saat itu. Aku tidak tidur, aku hanya pura-pura tidur. Aku mendengar semua doa yang kau lantunkan untuk kesembuhanku dan isak tangis itu membuat rongga dadaku semakin sakit.

Aku menyesal membuat menangis, aku menyesal tidak bisa menghapus air matamu, dan aku menyesal tidak bisa memelukmu dan mengatakan “tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja”. Karena aku tahu, aku sedang tidak baik-baik saja saat itu.

#2. Foto Pre-wedding

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?
Source : unsplash.com
Di zaman sekarang sudah jadi tren kalau sebelum menikah biasanya ada foto prewedding terlebih dahulu. Sewaktu aku menikah dulu, aku tidak berpikir ke arah situ. Bahkan dana yang aku siapkan untuk hari H, jadi kacau karena sesuatu hal.

Tapi memang sering banget kejadian seperti itu. Ketika ada saja cobaan disaat hari pernikahan semakin dekat. Salah satunya adalah cobaan uang untuk menikah harus direlakan hilang.

Disaat aku jalan-jalan ke kebun raya bulan lalu, aku sempat melihat beberapa pasangan melakukan foto pre-wedding ditempat itu. Rasanya aku jadi ngiri deh.

Nda, yuk kita foto pre-wedding di sini, kita kan dulu gak pake pre-wedding saat itu” tanyaku

Ah udah telat mas, anak-anak kita mau taruh di mana” jawab istri

Dan disitulah aku menyesal. Kenapa tidak foto pre-wedding terlebih dahulu, biar koleksi album menikah tidak melulu dengan foto kuade dan para tamu.

#3. Bulan Madu

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?
Source : unsplash.com
Diawal menikah, aku merencanakan untuk bulan madu ke jogja bersama istri. Alasanku karena ingin menghapus kenangan buruk disaat berada di jogja tempo dulu dengan dia.

Tapi setelah 2 minggu pernikahan, bapak mertua meninggal dunia. Karena alasan tersebut akhirnya kita menunda untuk bulan madu dan mengunakan uang tabungan tersebut untuk acara doa dan tahlil hingga 100 harinya bapak.

Dan setelah 100 harinya bapak, bukti kalau aku adalah laki-laki perkasa terjadi. Yah, aku menghamili istriku. Hahahaha #tawa jahat

Karena itu kehamilan pertama yang sedikit rewel sehingga istriku juga jarang makan nasi karena dimuntahin terus, dia cuma makan buah. Jadi bulan madunya kita tunda hingga sekarangpun belum bulan madu sama sekali. Hehehe

#4. Kata Siapa Nikah Itu Enak

Adakah Penyesalan Dalam Sebuah Pernikahan?
Source : pixabay.com
Dan terakhir, kata siapa menikah itu enak? Pasti yang mengatakan hal demikan itu adalah seseorang yang belum menikah juga. Menikah itu bukan enak, tapi UUUUUUUEEENNNNAAAAAAAK. Hahahaha #tertawa jahat

Jadi jika aku ditanya apakah kau menyesal dengan menikah?

Tentu jawabnya aku menyesal....

AKU MENYESAL, KENAPA TIDAK DARI DULU AKU MENIKAH, HAHAHAHAHA

Nikah itu membahagiakan, karena bisa menikmati kesedihan dan kebahagian hidup berdua

Nikah itu menyenangkan, karena kita akan mempunyai keturunan yang akan meramaikan kehidupan kita

Nikah itu menenangkan, masalah akan lebih mudah teratasi dengan pikiran dua orang. Dan juga tidur dipelukan orang yang kita cintai lebih menenangkan dari pada tidur sendirian. :P

Semoga kalian tidak menyesal membaca artikel nggak jelas ini. Artikel ini hanya untuk kesenangan belaka, jika ada kesamaan nama, tempat, atau cerita, itu hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Just Write No Fight

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar