orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati
Source : unsplash.com
Menjadi pria itu tidak gampang?
Kata diatas adalah parody iklan pembalut wanita yang mengatakan bahwa menjadi wanita itu nggak mudah.

Pria memang identik dengan kebebasan, tidak ribet, suka mengatur, egois dan sebagainya. Coba bandingkan dengan wanita.

Wanita itu harus merasakan PMS tiap bulannya. Pria mah enggak dan stabil emosinya

Wanita harus mandi minimal 2 kali sehari. Pria mah cukup satu kali kalau lagi liburan dirumah

Wanita harus punya banyak makeup biar tampil cantik. Pria mah cukup pakai Pomade biar kekinian

Wanita muslimah harus memakai jilbab dan menutupi aurot seluruh tubuhnya. Pria mah cukup pakai sarung dan kaos aja sudah cukup untuk menutupi aurotnya

Wanita butuh waktu lama dalam memulai dan menyelesaikan sholatnya, dari memakai mukenah, setelah itu harus dandan dulu setelah selesai sholat, atau benerin jilbab biar terlihat rapi dulu.

Kalau pria mah tinggal wudhu langsung sholat, selesai sholat, dzikir bentar langsung capcus nggak pakai dandan maupun benerin peci segala.

Terus, yang bikin nggak gampang jadi pria itu apa?

Nah, menjadi pria yang sejatinya itu nggak mudah. Maksudnya pria yang sudah dibilang baligh dan mengerti tanggung jawabnya sebagai seorang pria.

#1. Pria Itu Harus Kuat Fisik Dan Mentalnya

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati
Source : unsplash.com
Pria itu diciptakan menjadi seorang pemimpin. Jadi selayaknya seorang pemimpin, mestinya seorang pria harus punya wibawa dong.

Fisik yang kuat adalah salah satu yang harus ada biar terlihat wibawa. Kan nggak lucu juga kalau sorang laki-laki kalah dengan wanita saat angkat galon berisi air ataupun mengangkat beras dalam karung yang hanya 5 kilo saja.

Pria diciptakan dengan sosok yang gagah, agar bisa melindungi yang lemah, seperti melindungi wanita (padahal wanita lebih kuat dari pria loh, terutama menahan rasa sakit di dada, eaaah..)

Begitu juga dengan mental. Pria harus punya mental baja. Biarpun ditolak beberapa kali oleh wanita, seorang pria sejati pantang untuk mundur dan menyerah. Hahahaha

Pria suatu saat akan menjadi tulang punggung keluarga, jadi akan lebih baik jika seorang pria mempunyai fisik yang prima dan mental sekeras baja. Karena dengan tulang punggung yang kuat, akan mengangkat bahtera rumah tangga melangkah lebih bahagia.

#2. Pria Itu Harus Cukup Pandai Dalam Mencari Ilmu

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati
Source : unsplash.com
Rasanya tidak hanya pria saja yang diwajibkan untuk menuntut ilmu sampai ke liang lahat, Seluruh umat baik laki-laki maupun perempuan berkewajiban untuk menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wassalam “ Menuntut ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan”.

Semua kehidupan ini butuh ilmu, bahkan untuk makan pun harus ada ilmunya. Seperti cuci tangan dulu sebelum makan, berdooa dulu sebelum makan, makan nasinya dulu baru lauknya dan sebagainya.

Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.

Alangkah bodohnya jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan) Namun kamu tidak mengikatnya hingga akhirnya binatang buruan itu lepas ditengah-tengah manusia. (Petuah Imam Syafii)

Pria sejati harus pandai dalam mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu agama. Ilmu dunia untuk mencakup semua urusan dunia dan ilmu agama untuk menyeimbangkan agar dunia yang didapat tetap dalam ridoi-Nya.

Begitu juga dengan urusan menjalani kehidupan keluarga, perlu ilmu yang cukup agar kehidupan keluarga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Terutama sebagai pria yang nantinya akan menjadi imam yang dapat menuntun istri dan anak-anaknya menuju bahagia dunia dan akhirat.

#3. Pria Harus Mapan

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati
Source : unsplash.com
Namanya juga sandaran, harus mapan dong biar enak disandarin.

Pria itu harus mapan, karena pria mapan akan lebih percaya diri, lebih berwibawa dan lebih menyenangkan untuk dibawa pulang, hahahaha

“Mapan” di sini memiliki arti yang luas. Tidak hanya tentang suatu pekerjaan yang dimiliki oleh seorang pria. Kemapanan di sini merupakan kesatuan yang lengkap antara emosional, spiritual, dan material.

Mapan dalam berperilaku kepada sesama, mapan dalam ilmu agama yang menjadi dasar menjalani kehidupan, dan juga mapan dalam segi materi (mempunyai pekerjaan).

Dalam kehidupan berumah tangga, pria merupakan tulang punggung keluarga. Jadi seorang pria sejati adalah seorang pria yang mampu menafkahi keluarganya dengan hati.

Seberapapun berat cobaan hidup, dia tetap tabah dan berusaha keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Hidup para suami, hihihih

#4. Pria Sejati Itu Harus Siap Jadi Imam Bagi Pasangannya

Menjadi Pria Sejati Idaman Hati
Source : unsplash.com
Pria sejati bukanlah ia yang pandai merangkai kata indah, namun ia yang berani berkomitmen dan bertanggung jawab dengan kata-katanya.

Jadi jangan bangga punya pacar yang romantis karena alunan puisi yang dirangkainya. Ataupun alunan lagu yang didendangkan untuk memujimu dan juga janji-janji manis yang dia ucapkan.

Karena pria sejati, sejatinya orang yang selalu berkomitmen dan merealisasikan kata-kata yang di ucapkannya. Bukan hanya sekedar kata manis dan janji-janji yang tak berujung manis.

Pria sejati itu bukan orang yang hanya berani mengetuk kamar kos mu. Tapi dia yang berani mengetuk rumah orang tuamu.

Nah loh, yang masih suka backstreet dan yang hanya diampirin di kos-kos-an saja.

Ingat, pria sejati itu harus berani menghadapi orang tua si wanita, kalau perlu angkraplah dengan mereka. Sebab ridho orang tua adalah ridho Lillah. Jangan sampai doa mereka akan berimbas dengan hancurnya hubunganmu dengan dia.

Pria sejati bukanlah dia yang berani mengatakan kepadamu, "Do you want to be my girl friend?". Tapi dia yang berkata, "Do you want to marry with me?"

Nah loh...

Berani mengatakan itu pada pacar kalian sekarang? Hahahaha

Yuk jadi pria sejati dengan memperbaiki diri tanpa harus umbar janji sana sini. Mapankan diri dan ajak sang kekasih mengikatkan janji suci untuk mencari ridho Sang Ilahi.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar