orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Jangan Remehkan Hal Kecil

Jangan Remehkan Hal Kecil
Source : unsplash.com
Kebanyakan orang sering meremehkan hal-hal kecil dan hal-hal sepele. Padahal hal-hal kecil tersebut biasanya merupakan dasar dari sebuah pondasi yang mana jika hal kecil tersebut itu hilang maka pondasinya juga akan runtuh.

Bukannya kebanyakan dari kita seperti itu. Kita senantiasa lebih menyukai hal-hal besar dan tidak begitu tertarik dengan hal kecil.

Bagi kita, hal kecil itu terkadang kita anggap sebagai hal yang tak menguntungkan, tidak bahaya, tidak menarik dan sebagainya. Namun kita alpa bahwa hal besar terjadi dimulai dari hal kecil juga.

Kita pasti mengenal Mark Zuckerberg sebagai pemilik facebook dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namun kita lupa bahwa zuckerberg juga pernah dihina dan diremehkan saat awal memulai facebook.

Kita pun sama, kita sama-sama pernah mengalami fase menjadi anak-anak , kemudian beranjak dewasa dan menjadi seperti sekarang. Kita tidak akan pernah bisa berlari sebelum kita benar-benar bisa berjalan. Kita juga tidak akan bisa berdiri tegak sebelum pernah jatuh berkali-kali saat belajar berdiri.

Semua itu berawal dari hal kecil, sebelum bisa menjadi besar.

Jangan Remehkan Hal Sepele, Karena Bisa Saja Jadi Sepuluh

Jangan Remehkan Hal Kecil
Source : unsplash.com
Terkadang kita terlalu percaya diri pada skill yang kita miliki hingga melupakan aturan yang mendasarinya. Aku jadi teringat ucapan atasanku dulu “Jangan meremehkan hal sepele, karena terkadang hal sepele bisa jadi sepuluh ketika kita abai dan menyepelehkannya”.

Umumnya, pekerjaan di perusahaan itu merupakan “ilmu katon”, yang mana kita bisa pelajari secara otodidak dan hafal karena sudah terbiasa. Namun tidak hanya skill saja yang penting dalam bekerja, melainkan harus sesuai aturan yang berlaku juga.

Sebagai pekerja yang sudah bertahun-tahun bekerja di bidang tersebut, tentu skill yang kita miliki sudah berada ditahap hafal. Tanpa buku panduannya, kita bisa melakukannya dengan baik. Namun apa jadinya jika kita abai dengan hal kecil seperti prosedur.

Prosedur memang bukanlah hal kecil, namun akan menjadi suatu yang kecil bagi mereka yang sudah terbiasa akan suatu hal. Akibatnya kita lalai akan prosedur dan membuat kesalahan yang fatal.

Jadi ceritanya ada seorang karyawan yang tidak meletakkan gunting pada tempatnya seusai menggunakannya. Karena kesalahan yang terlihat sepele, justru membuat masalah yang jauh lebih besar. Gunting tersebut masuk ke dalam mesin. Tidak hanya guntingnya saja yang patah, melainkan mesinnya jadi berkendala.

Kesalahannya hanya soal prosedur pemakaian gunting, yang mana jika sudah selesai digunakan harus diletakkan di tempatnya. Namun karena merasa sudah terbiasa, dia melupakan dasar dari prosedur tersebut. Hingga akhirnya terjadi kerusakan yang lebih fatal.

Mungkin Terlihat Sepele Bagi Kita, Tapi Akan Disikapi Berbeda Bagi Orang Lain

Jangan Remehkan Hal Kecil
Source : unsplash.com
Mungkin bagi kita mencibir dengan candaan merupakan gurauan yang biasa terjadi sesama teman. Namun kita alpa bahwa penerimaan seseorang tidaklah sama. Mungkin bagi kita merupakan hal biasa, namun bisa saja disikapi berbeda bagi orang yang terlanjur punya masalah lainnya.

Tak masalah jika itu terjadi, seidaknya kita juga harus tetap peka dengan kondisi orang lain di sekitar kita. Jika memang candaan kita tidak diterima sebagai candaan oleh orang tersebut, setidaknya kita bisa mengucapkan maaf.

Maaf, tolong dan terima kasih adalah hal kecil yang sering kali kita lupa. Terkadang kita terlalu acuh dan menganggap tidak perlu meminta maaf hanya karena sebuah kesalahan yang kita anggap sepele. Padahal bisa saja kita diangap sebagai orang yang tidak memiliki tata krama.

Begitupun meminta bantuan kepada orang lain dengan mengucapkan “tolong” juga terkadang kita lupa. Hanya karena kita sebagai atasannya, kita jadi abai untuk mengucapkan kata “tolong” disaat menyuruh seseorang melakukan sesuatu.

Terlebih mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah melakukan hal kecil unuk kita. Misalnya saja kepada anak kita sendiri. Seringkali kita meminta tolong kepada anak kita untuk mengambil sesuatu, disaat anak sudah mengambilkan, kita sering lupa mengucapkan terima kasih kepadanya.

Padahal ketika kita mengucapkan terima kasih kepada anak kita atas pekerjaan yang kecil sekalipun, ekpresinya akan sangat berbeda dengan ekpresi saat kita tidak mengucapkan terima kasih. Lagian melakukan hal kecil seperti itu juga akan menularkan hal baik kepada anak juga.

Mungkin Memang Kecil Namun Bisa Jadi Langkah Awal Menjadi Besar

Jangan Remehkan Hal Kecil
Source : unsplash.com
Terkadang kita beranggapan untuk apa kita melakukan hal kecil jika kita bisa melakukan hal yang besar. Namun kita lupa bahwa jika kita ingin lebih tinggi, setidaknya kita butuh tangga. Kita pun juga harus menaiki anak tangga dari yang paling bawah hingga sampai di atas.

Jadi rasanya sedikit mustahil untuk bisa melakukan hal besar sementara untuk melakukan hal kecil aja kita abai. Bagaimana kita bisa sampai atas kalau kita sendiri tidak mau menaiki dari anak tangga yang paling bawah.

Terkadang memang sering kita seperti itu. Kita ingin mencapai sesuatu dengan cara yang instan. Padahal setiap keadaan itu butuh proses. Tidak ada cara instan untuk cepat sampai tanpa harus berusaha terlebih dahulu.
Tidak peduli seberapa kecil dan tidak pentingnya apa yang kita lakukan itu mungkin terlihat, jika kita melakukannya dengan baik, itu akan segera menjadi langkah yang akan membawa kita ke hal-hal yang lebih baik.
Channing Pollock
Mungkin memang hal kecil yang bisa kita lakukan, namun ketika kita mengerjakannya dengan hati senang dan ikhlas, kita akan mengerti bahwa hasil bukalan satu-satunya yang manjadi patokan nilai “besar”. Bisa jadi hanya kepuasan yang membuat kita merasa besar.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar