orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang?

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang?
Source : unsplash.com
Pernahkah kalian naik pesawat terbang? Sudah berapa kali kalian naik pesawat terbang?

Kalau aku pribadi, ini merupakan pengalaman pertama kali dalam seumur hidupku. Norak yah, hahaha

Bagi anak pedesaan sepertiku, kesempatan naik pesawat terbang merupakan kesempatan langkah yang mungkin sulit terulang untuk kedua kalinya. Apalagi ini gratis loh gaes. GRATIS.

Jadi ceritanya aku mendapat tawaran untuk menemani seseorang teman mengurusi suatu hal di Lampung untuk beberapa hari. Kebetulan aku juga sedang libur kerja, dan ceritanya semua perjalanan dan akomodasi selama di sana akan dibiayai oleh tuan rumah.

Apalagi aku juga tertarik ingin sekali merasakan bagaimana sih rasanya naik pesawat terbang. Jadi aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Namun tak lupa aku harus meminta izin istri terlebih dahulu.

Soalnya perjalanan ini akan memakan waktu sekurang-kurangnya satu minggu selama di sana. Dengan sedikit bujukan dan rayuan, akhirnya istri mengizinkanku untuk pergi ke Lampung.

Tidak ada sesuatu yang istimewa yang aku persiapkan. Hanya restu dan doa dari keluarga, sedikit pakaian selama di sana dan hanya bermodalkan uang tunai 150.000 dan 200.000 di atm.

Oh iya sebelum hari keberangkatan, aku sudah melakukan rapid test di klinik terdekat. Hasilnya pun aku negatif dari berbagai virus. Rapid test ini sangat diperlukan saat hendak check in di bandara nantinya.

Sebenarnya di bandara sendiri juga ada layanan rapid test. Namun jika aku lakukan di sana, tentunya akan menyita banyak waktu. Takutnya malah akan menghambat keberangkatan dan e-tiket penerbangannya malah hangus.

E-tiket bisa dipesan secara online, waktu itu aku menggunakan Traveloka untuk pesan tiket penerbangan. Mungkin karena adanya pandemi ini, jadi jadwal penerbangan ke Lampung harus transit dulu ke jakarta baru menuju ke Lampung.

Jadwal penerbanganku pukul 13.30 untuk perjalanan ke Jakarta dan transit selama 2 jam lebih, kemudian pukul 16.30 landing ke Lampung.

Drama Perjalanan Menuju Bandara

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang?
Source : unsplash.com
Kadang apa yang sudah direncanakan matang-matang, ternyata sedikit berbanding terbalik dengan kenyataan. Begitulah yang terjadi saat keberangkatan dari desaku menuju bandara Juanda di Surabaya.

Sudah berangkat pagi sekali dengan kecepatan normal, aku dan temanku sama-sama dibonceng dengan menaiki dua sepeda motor menuju bandara. Belum sampai Sidoarjo, ban sepeda motor yang aku naiki bocor. Akhirnya kita tunggulah sampai beberapa menit hingga ban tersebut selesai ditambal.

Kemudian kita lanjut berangkat lagi, namun lagi-lagi sepeda motor yang aku naiki lagi-lagi bocor untuk kedua kalinya. Karena aku lagi kejar waktu, akhirnya aku meninggalkan teman ini di sebuah tambal ban.

Aku langsung buka aplikasi ojek online dan pesan satu driver menuju bandara. Dan Alhamdulillah akhirnya sampai juga aku di bandara dengan waktu yang cukup mepet.

Terlalu Ribet Bagi Yang Baru Pertama Kali Ke Bandara

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang?
Source : unsplash.com
Berlarilah aku dengan temanku. Namanya juga sama-sama baru pertama kali naik pesawat, akhirnya kita tanya-tanya apa yang harus dilakukan untuk pertama kali kepada orang sekitar.

Ketemulah dengan salah satu sopir travel yang mau menjelaskan urutan kemana kita harus melangkah selanjutnya. Ditunjukkanlah jalan menuju pintu check in penerbangan, dan tanpa berlama-lama kita cap cus menuju pintu tersebut.

Terdapat pemeriksaan di awal yang mana pemeriksaan tersebut hanya mengizinkan orang yang memiliki tiket maupun e-tiket penerbangan saja yang boleh masuk.

Setelah itu, kita juga disuruh untuk validasi lembar rapid test di penjagaan selanjutnya. Dijelaskan pula kita harus mengisi informasi data pribadi di aplikasi e-Hac setelah sampai di lokasi tujuan penerbangan.

Setelah itu, masih ada pemeriksaan barang bawaan dan pendeteksi metal. Dipemeriksaan tersebut aku dan temanku beserta barang bawaan kami lolos dengan sempurna.

Setelah pemeriksaan, terdapat beberapa loket dan banyak orang yang sedang antri di sana. Loket tersebut merupakan loket check in dan ambil boarding pass penerbangan. Maka aku dan temanku segera cari loket yang sesuai dengan e-tiket penerbangan.

Waktu itu keberangkatan yang pertama menggunakan layanan Batik Air dan lanjut di Jakarta menuju Lampung menggunakan jasa Lion Air.

Ternyata antrian checkin ini merupakan antrian yang cukup lama, mungkin karena alasan ini kita diminta untuk datang lebih awal saat check in biar tidak ketinggalan pesawat.

Hampir setengah jam aku antri di loket ini. Sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk check in untuk satu orang itu tidak terlalu lama, hanya saja ada beberapa kasus yang bikin lama. Seperti jika seseorang bermasalah dengan barang bawaannya. Misalnya barang bawaannya melebihi kapasitas dari bagasi atau semacamnya.

Setelah mendapat boarding pass, ternyata masih ada lagi kelanjutan langkahnya. Yakni pemeriksaan metal untuk kedua kalinya sebelum menuju ruang tunggu penerbangan.

Dipemeriksaan sebelumnya, tasku dan tas temanku lolos dengan sempurna. Namun dipemeriksaan yang kedua. Tasku terdeteksi terdapat korek api. Jadi disaat hendak aku ambil, aku malah diperingatkan untuk menyerahkan korek api di dalam tas aku tersebut. Untung aku bawa dua korek api, jadi aku hanya menyerahkan satu korek api saja, hahahaha.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya aku meluncur ke pesawat terbang menggunakan bus bandara.

Yang Dirasakan Saat Pertama Kali Terbang

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Naik Pesawat Terbang?
Source : unsplash.com
Ada rasa gugup dan takut saat duduk di kursi pesawat terbang. Aku juga sempat membayangkan bagaimana rasanya saat pesawat dalam posisi naik. Katanya sih ada tekanan dalam tubuh dan bunyi yang cukup menganggu di gendang telinga saat keadaan seperti itu.

Terus aku juga pernah melihat dalam sebuah film kalau di penerbangan juga menyediakan sebuah headphone dan kita bisa menikmati alunan musik ataupun film di layar lcd yang tersedia di depan kita. Namun aku sedikit kecewa saat melihat kenyataannya.

Mungkin karena jasa penerbangan yang aku gunakan merupakan jasa penerbangan termurah. Jadi yang aku dapatkan hanyalah sebuah layar yang menyediakan informasi yang tak begitu penting bagiku. Juga tidak adanya headphone maupun musik di layar tersebut.

Saat pesawat mulai take off, memang rasanya ada tekanan dalam tubuh. Bunyi yang mengganggu itupun juga aku rasakan. Namun bagiku yang pernah merasakan naik pukulan halilintar menyakitkan, roller coster maupun flaying tornado, tekanan seperti itu bukan perkara yang sulit.

Dan perjalanan pertamaku cukup nyaman dan tanpa hambatan hingga sampai di Jakarta.

Perjalanan Yang Kedua Cukup Mengejutkan Dan Bikin Shock


Sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa perjalanan Surabaya - Lampung itu harus transit dulu ke Jakarta. Jadi aku harus naik pesawat dua kali dalam satu hari itu.

Ternyata bandara Juanda yang aku anggap cukup besar sebelumnya, bukan apa-apa dibanding dengan capeknya aku berjalan untuk sekedar check in di Bandara Sukarno Hatta. Belum lagi saat sudah di ruang tunggu, malah disuruh ganti ruang tunggu lagi.

Diperjalanan yang keduaku menggunakan jasa Lion Air. Dan aku semakin kecewa saat menggunakan jasa Lion Air ini. Selain tidak ada headphone, juga tidak ada layar di bangku depanku. Ah menyedihkan.

Estimasi waktu penerbangan dari jakarta – Lampung ini cukup lama dari pada Surabaya – Jakarta. Jika perjalanan sebelumnya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit, justru perjalanan kedua butuh 1 jam. Padahal kalau melihat jaraknya Jakarta – Lampung itu cukup dekat loh.

Tapi nggak tau lah, mungkin rute penerbangannya berputar atau memang harus seperti itu.

Aku kira perjalanan yang ke dua ini juga akan sama saja dengan yang pertama, ternyata berbeda jauh coy.

Kebetulan cuaca daerah lampung sedikit hujan. Jadi sewaktu hendak landing di Lampung, aku kaget sekali saat merasa seperti pesawat yang aku naiki mau jatuh. Seperti pesawat sedang kehilangan kekuatannya dan jatuh ke bawah.

Sedikit panik sih namun tetap tegar walau jantung sedikit bergetar. Ternayata gini yah rasanya, saat pesawat menabrak gumpalan awan dan ada sedikit angin berhembus kencang. Deg-deg-an banget dah.

Mau teriak seperti saat naik roller coster maupun tornado, namun aku malu untuk melakukan itu. Aku hanya menghela nafas panjang dan berdoa dalam hati biar pesawat ini cepat turun ke tanah.

Dan pada akhirnya aku kapok naik pesawat, hahahaha 😂😂

Mungkin jika ada kesempatan lagi lain kali, aku akan memilih penerbangan dengan pesawat yang besar saja. katanya orang-orang sih, kalau pesawatnya gede, goncangan dan tekanan seperti itu tidak berasa.

Benar nggak sih?

Yah begitulah pengalaman anak pedesaan yang baru pertama kali naik pesawat terbang. Norak yah? Hahahaha

Biarin…!

Yang penting aku sudah punya pengalaman naik pesawat. Tinggal ingin tau bagimana rasanya naik helikopter maupun naik roket saja yang belum. Naik kapal pesiar juga belum pernah, hehehe.

Ada yang mau ajak aku naik heli atau kapal pesiar?

#Menuju Bahagia Dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar