orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Jangan Hanya Fokus Melihat Keburukan Orang Lain Namun Abai Dengan Sisi Baiknya

Jangan Hanya Fokus Melihat Keburukan Orang Lain Namun Abai Dengan Sisi Baiknya

Coba perhatikan gambar di atas? Apa yang kalian lihat dan apa yang kalian simpulkan dari gambar tersebut.

Mungkin banyak yang tidak paham dengan apa yang aku maksud.

Oke begini. Coba lihat gambar (A). Pastinya banyak orang akan melihat ke sebuah titik yang ada di tengah itu dan menyebutnya dengan “sebuah noda hitam”. Berbeda dengan gambar (B) yang justru terlihat gambar kertas yang kosong dan bersih.

Dari situ sudah kelihatan kita menghiraukan nilai yang penting pada gambar (A).

Pada dasarnya 2 gambar itu sama, yang beda hanya secuil noda yang menempel pada secarik kertas yang sama. Tapi pendapat orang tentang gambar tersebut bisa berbeda.

Pada gambar (B) semua akan menyimpulkan bahwa gambar tersebut adalah secarik kertas yang bersih. Tapi untuk gambar (A) justru kebanyakan orang akan menyimpulkan bahwa gambar tersebut adalah sebuah gambar “noda hitam”. Bukankah begitu?

Jika kalian sependapat dengan statement di atas, maka kalian adalah salah satu orang yang mengabaikan poin pentingnya.

Bagaimana bisa kita menyebut gambar (B) dengan kata “secarik kertas putih dan bersih”. Namun pada gambar (A) justru hanya fokus pada noda hitam, alih-alih mengabaikan bahwa gambar itu juga merupakan secarik kertas putih juga. Hanya saja kebetulan ada setitik noda di tengahnya.

Itulah hebatnya manusia. Kebanyakan orang secara otomatis melihat kesalahan dan keburukan suatu hal dibandingkan hal baik yang terdapat padanya. Seperti kalimat lama mengatakan “1 kesalahan menguras 100 kebaikan dalam sekejab”.

Sama halnya dengan kertas tersebut, kebanyakan orang hanya fokus dengan keburukan kertas yakni noda hitam dan mengabaikan bagian bersih kertas tersebut. Padahal luasnya bagian putih itu jauh lebih besar dari pada luas noda hitam.

Coba lihat sekeliling kita? Bukankah itu yang terjadi?

Orang cenderung melihat dan membicarakan segelintir kesalahan dibanding jutaan kebaikan. Bahkan ada juga orang yang cari-cari kesalahan dan keburukan orang lain hanya untuk sebuah ide pembicaraan.

Mengesalkan bukan? Ironisnya hal tersebut banyak kejadian di sekitar kita.

Coba tanyakan kepada diri kita pribadi. Apakah kita melihat dan membicarakan keburukan orang lain atau kita menunjukkan talenta, kelebihan dan sisi terbaik dari orang lain pada saat kita berinteraksi.

Jika kita masih melihat keburukan dalam diri orang lain, segeralah melihat sisi terbaik dari diri mereka. Sehingga kita akan rasakan perubahan respon dari mereka.

Sebab secara tidak langsung orang membicarakan kebaikan lebih baik dari pada membicarakan ribuan kesalahan. Dan orang yang dapat melihat yang “terbaik” dibalik ribuan keburukan dalam diri orang lain, pastinya akan disukai dan dihormati karena ia dapat mengerti dan memotivasi orang lain untuk bisa menjadi lebih baik lagi.


#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar