orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Jika Kau Jodohku Mengapa Tak Kunjung Datang

Jika Kau Jodohku, Mengapa Tak Kunjung Datang

Aish, lagi-lagi tentang jodoh, lagi-lagi entar menyangkut jomblo. Bosen deh kang, baper melulu!

Ngak kok, di artikel kali ini tidak mengandung unsur pembuat baper apalagi unsur SARA yang lagi menyandang status “Jomblo”.

Jika kau jodohku, kenapa tidak kunjung datang?

Pertanyaan seperti ini kadang muncul disela hati yang sudah terlalu lama sendirian. Melihat beberapa teman seangkatan sudah mempunyai pasangan, bahkan sudah mempunyai momongan yang bisa dibawa-bawa saat kondangan.

Terus kapan giliranku juga?

Sejauh mana kau menghilang, Tak terpercik sedikitpun kah rasa kangen dihatimu kepada ku?

Kau yang masih mencari diriku, atau engkau yang masih memantaskan diri untuk bertemu denganku.

Sampai kapan kita akan bertemu?

Sedikit lebay sepertinya kata di atas itu. Tapi yang bisa aku katakan untuk menjawab pertanyaan itu, hanyalah tentang seberapa keras usahamu untuk ingin bertemu.

Tak adil rasanya kalau hanya menunggu dan membiarkan jodoh untuk mencari dengan sendirinya. Berjuang mencari jodoh itu perlu. Tidak hanya untuk laki-laki saja yang harus berjuang, wanita juga harus dong?

Jika mencari jodoh diibaratkan memancing, memantaskan diri selayaknya mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk memancing.

Dan proses memancing adalah tahapan yang harus dilalui untuk mendapat ikan. Dimulai dengan ketenangan, kesabaran, skill dan sebuah kebanggaan.

Mencari jodoh juga begitu, harus ada perjuangan untuk menarik hati pasangan, belajar tenang dan sabar dalam menghadapi setiap rintangan. Serta menjadikan sebuah kebanggaan atas cinta yang sudah didapatkan.

Membuat Diri Menjadi Semenarik Mungkin

Jika Kau Jodohku, Mengapa Tak Kunjung Datang
Source : unsplash.com
Bagaimana dia akan datang, jika kamu selalu bersembunyi dibalik bayang?

Show-off itu perlu. Untuk dikenal orang, kita juga harus memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada orang-orang. Menunjukkan kemampuan yang kita miliki juga perlu, tapi tidak untuk menyombongkan. Hanya untuk sekedar menaikkan nilai kita dimata orang. Setidaknya kita dihargai dengan apa yang kita miliki.

Mencari jodoh juga begitu. Kalau kita hanya diam dan menunggu dia datang, mau sampai kapan?

Seperti halnya memancing. Jika ingin mendapatkan ikan, kita harus melempar kail yang berisi umpan agar ikan berdatangan.

Begitu juga mencari jodoh. Lemparkanlah umpan, biar dia mau datang.

Maksudnya umpan di sini adalah perihal apa yang kamu miliki untuk bisa jadi umpan. Jika kamu merasa cantik atau ganteng, ya itu juga bisa disebut sebagai umpan.

Umpan bukan harus selalu karakter fisik, kadang pula dari tata bicara yang sopan, sifat yang baik dan juga karakter yang baik. Intinya sesuatu yang bisa dibuat umpan untuk menarik pasangan.

Memantaskan Diri Untuk Layak Bersanding Dengannya

Memantaskan Diri Untuk Layak Bersanding Dengannya
Source : unsplash.com
Ukuran umpan dan kail sangatlah perpengaruh. Jika kita menginginkan ikan dengan karakteristik khusus, maka umpan dan kail juga harus sesuai dengan selera ikan yang kita pancing.

Anggap saja kita ingin memancing ikan moster air tawar yang beratnya mencapai 1 kg. Akan tetapi kita hanya mengunakan umpan biasa, pancing standart dan kail yang kecil. Gimana mau dapat?

Kita harus tau apa kesukaan ikan yang kita pancing, trus peralatan apa saja yang digunakan untuk mancing ikan tersebut. Barulah kita bisa fight dengan ikan tersebut.

Begitu juga dengan mencari jodoh. Jika kita menginginkan pasangan kita dengan kriteria yang kita inginkan. Setidaknya kita pastaskan dulu supaya bersanding dengannya itu layak.

Anggap jika kita menginginkan gadis muslimah yang sholehah banget kelihatannya. Ya mau tidak mau, kita harus terlihat sholeh (terlihat = berusaha jadi pria sholeh) untuk menarik hati dia.

Jarang sekali seorang gadis muslimah yang terlihat begitu sholihah, berencana menikahi pria yang hobbinya dijalanan dan tidak paham agama. Pastinya gadis tersebut juga menginginkan pria sholeh untuk mendampingi dan membimbing dia ke jalan yang bena menurutnya.

Memperlakukan Orang Itu Tak Selalu Sama

Memperlakukan Orang Itu Tak Selalu Sama
Source : unsplash.com
Memancing Ikan tak selalu dengan umpan yang sama. Untuk mendapatkan ikan air tawar ukuran standar disungai, kita cukup memakai cacing untuk menjadi umpan. Sedangkan untuk memancing di danau yang biasanya ikannya lebih besar ketimbang disungai, biasanya ada yang memakai udang kecil sebagai umpan. Kadang juga menggunakan ulat bambu atau umpan racikan sendiri.

Begitupun dengan mencari jodoh. Kita tidak bisa memperlakukan manusia itu sama, apalagi yang kita hadapi adalah makhluk bernama wanita dengan keberagaman keunikannya.

Kita harus mencari dan meneliti dengan pengalaman, terutama bagaimana menaklukkan seorang wanita tertentu. Ok kita ganti kata “menaklukkan” dengan kata yang lebih sederhana, yakni memahami dan mengerti bagaimana bersikap dengan wanita dengan karakteristik tertentu.

Misalnya tidak semua wanita menyukai bunga, bisa jadi ada wanita yang alergi terhadap bunga. Tak semua wanita menyukai cokelat dan es cream, kadang ada juga yang begitu menyukainnya, namun hal tersebut justru jadi pantangan untuk penyakitnya.

Jadi bijaklah dalam memilih dan memilah. Hargai keunikan seseorang yang menjadikan dia apa adanya. Serta perlakukanlah dia dengan semestinya sebagaimana waktu dan kondisi yang terlanjur ada.

Tempat Yang Baik, Menghasilkan Kualitas Pasangan Yang Baik

Tempat Yang Baik, Menghasilkan Kualitas Pasangan Yang Baik
Source : unsplash.com
Memancing juga harus mencari tempat/spot pancing yang baik. Tak mungkin kita dapat ikan jika kita memancing di kolam pancing yang sudah dikuras habis ikannya. Cukup tahulah bahwa ditempat itu ada ikannya atau tidak.

Memancing juga harus tau, mana kolam pancing untuk ikan Nila dan mana kolam pancing untuk ikan Patin *kalau fatin yang merdu suaranya, mancingnya pake apa yak?

Sama halnya untuk mencari jodoh. Untuk menemukan pasangan yang baik, kita harus lihat lingkungan sekitarnya. Biasanya tempat yang baik, menjadikan manusia yang baik. Walau itu tidak bisa dijadikan pedoman.

Tapi mencari jodoh juga harus menimbang bibit, bebet, dan bobotnya juga?

Meneliti keluarganya dan daerah sekitarnya juga penting dalam mencari pasangan hidup. Kita bisa saja pacaran berkali-kali asalkan menikahnya itu cuma sekali seumur hidup.

Jadi intinya bukan asal pilih dan terpaksa memilih. Tapi pilihlah sesuai kesukaan hati dan juga memiliah perihal silsilah keluarga dan tetangga sekitarnya.

Tarik Ulur Untuk Membuat Pasangan Tak Tersakiti Dan Tak Terbebani

Tarik Ulur Untuk Membuat Pasangan Tak Tersakiti Dan Tak Terbebani
Source : unsplash.com
Ketika umpan kita disambar ikan, kita tak selalu dengan menarik sekuat-kuatnya agar ikan terpanting dan keluar dari air kepangkuan kita. Perlu tarik ulur agar ikan dapat kita kendalikan tanpa harus ada kekerasan dan memaksakan.

Tarik ulur dalam memancing itu harus. Tujuannya agar benang pancing dan alat pancingnya tidak putus atau patah akibat saling tarik-menarik antara ikan dan manusianya.

Teknik memancing ini adalah skill menunggu ikannya lelah saat berusaha melarikan diri, lantas ditarik sekuat tenaga. Namun jika ikan melakukan perlawanan lagi, kita harus ulur kembali.

Kegiatan ini disebut Fight dalam acara mancing mania, hingga ikannya menyerah dan pemancingnya memenangkan pertempuran.

Mencari jodoh juga begitu. Jangan memaksakan terus maju saja, ada kalanya kita harus memberi kesempatan dia untuk maju juga.

Maksudnya gini. Jika kita sudah mendapatkan calon pasangan. Kita tak melulu terus berdekatan tiap harinya agar selalu tampak mesra. Ada kalanya calon pasangan kita juga punya privasi untuk dirinya sendiri.

Berilah jarak untuk dia memikirkan dirinya sendiri, biarkan jeda dan jarak menjadikan rindu yang semakin bersemayam dalam kalbu.

Bermain tarik ulur dengan pasangan itu juga dapat mempererat hubungan. Jangan terlalu kencang tarikannya, namun jangan terlalu lepas juga ulurannya, karena bisa jadi fatal akibatnya. Jadi bijaksanalah!

Jika Sudah Dapat, Jangan Cari Alasan Untuk Melepasnya

Jika Sudah Dapat Pasangan, Jangan Cari Alasan Untuk Melepasnya
Source : unsplash.com
Seperti di mancing mania, dapat ikan langsung dipamerkan, setelah itu direlease (dilepaskan),

Kalau untuk jodoh jangan seperti itu yah kawan. Kalau memang tak berniat untuk menancapkan cinta di hati seseorang, mending tak usah dilanjutkan. Sebab disetiap kamu menarik cinta itu kembali, ada bekas lubang yang menyakitkan dihati.

Banyak loh kejadian seperti ini. Ketika PDKT aja sok romantis dan berjanji tak akan pergi. Eh cuma 2 bulan cari-cari alasan untuk pergi hanya karena bosan.

Kebosanan itu pasti ada dalam menjalin sebuah hubungan, apalagi hubungan sekelas pacaran. Aku juga pernah merasakan disaat tunangan dulu. Sempet aku merasa bosan dengan hubungan ini, tapi kembali aku mengingat bagaimana perjuanganku mendapatkan dia, dan bagaimana rasa sakit ketika berjuang menarik hatinya.

Menikah adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan kebosanan tersebut. Menikah yang sebenar-benar “menikah” loh maksudku. Bukan menikah hanya karena status apalagi menikah karena nafsu doang. Tapi menikah untuk ber-BAHAGIA BERSAMA.

Bagaimana? Berminat memancing jodoh? 😅😅

Atau masih menunggu dengan sabar jodoh yang tak kunjung datang?

Doaku untukmu yang jodohnya belum kelihatan, semoga jodohnya didekatkan dan dipertemukan. Amin. 😊

Aku tambahkan sedikit video menarik tentang Jodoh Yang Tak Kunjung Datang



#Menuju Bahagia dan Melampauinya


Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar