orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Sosok Pahlawan Yang Menjadi Inspirasiku, Kalau Kamu?

Sebenarnya artikel ini merupakan event ikutan challenge group blogging yang dulu pernah aku ikuti. Karena pindahan blog, akhirnya baru aku publish hari ini. 

Challengenya tentang “Siapa Pahlawanmu

Hmmm, mungkin aku bisa mengatakan bahwa Orang tuaku adalah pahlawanku. Dan Guru-guru yang mengajariku adalah pembantu pahlawanku, hahahaha 😃

Selepas dari orang-orang yang sangat berjasa bagiku dan membentuk karakterku seperti sekarang. Namun ada satu sosok yang cukup aku kagumi sewaktu masih sekolah dulu.

Satu Pahlawan yang selama ini mengispirasiku dan memotivasiku saat aku tumbuh dari anak ingusan di SMA, menjadi Anak yang tidak begitu banyak ingusnya saat bekerja. Dan menjadikanku pria tamvan yang sudah laku dengan ikatan cinta suci di KUA.

Sosok itu adalah.....

.

.

.

Tadaaaaaaa

Naruto Uzumaki

Yah seorang Naruto Uzumaki

Kok bisa?

Mungkin memang terlihat aneh dan aku rasa aku memang sedikit aneh karena menganggap si Naruto ini pahlawan yang menyelamatkanku. Padahal dia hanya menyelamatkan dunia shinobi dari kehancuran perang dunia shinobi ke 3.

Bahkan di Indonesiapun, Naruto tidak sanggup melawan pemotongan dan sensor sepihak yang dilakukan oleh pihak televisi yang cukup berdampak pada rusaknya alur cerita. Apalagi moment-moment epic pertarungannya. Hanya karena ada darah aja udah di sensor tidak karuhan 😂😂

Berikut alasan kenapa aku menganggap Naruto adalah sosok pahlawanku.

#1. Rasa Kesepian Yang Sama


Sewaktu Es Em Pe, aku yang berada di kelas pilihan atau kelas unggulan. Kelasnya para siswa yang hobinya baca dan kebanyakan anak orang berada. Berada di kelas itu cukup membuatku merasa minder dan lebih sering menyendiri. 

Hari-hariku tak lebih menyenangkan, hanya saat extra kulikuler dan olahraga saja aku sangat bersemangat mengikuti pelajarannya.

Selain itu, aku juga seorang introvert yang jarang bergaul di rumah. Mungkin karena alasan itu membuatku merasa kesepian. Serasa ada lubang di hati yang tidak bisa terisi dengan kebahagian yang hakiki. Oke kata terakhir sedikit lebay

Melihat tayangan Naruto pertama kali di televisi, kala itu aku masih kelas 8. Aku sangat memahami apa yang dirasakan Naruto saat itu. Tentang kesepian, kesendirian walaupun secara kenyataan aku tidak kurang apapun perihal perhatian orang tua.

Mungkin aku merasa kesepian di rumah karena kakakku yang harus meninggalkan rumah dan pergi ke pondok. Dan aku merasa sebal karena tidak diperbolehkan ikut mondok karena aku anak terakhir dan ibuku akan rindu kalau anak kesayangannya harus meninggalkan rumah juga.

Meskipun di televisi serial Naruto tidak ditayangkan waktu kelas 3, tapi aku masih mengikuti jalan ceritanya dengan membeli komiknya sesekali.

#2. Aku Belajar Tentang Arti Persahabatan


Siapa sih yang tidak tau Naruto. Dia sosok karakter yang mempertaruhkan segalanya untuk teman terdekatnya. Seperti saat harus mengejar Sasuke yang telah dirasuki kegelapan dalam hatinya. 

Meskipun seluruh dunia shinobi ingin membunuh sasuke yang berstatus buronan seluruh negara, tapi Naruto tetap percaya kepada Sasuke bahwa dia akan kembali ke desanya.

Di waktu Es Em Ka, Aku mulai membuka hati untuk lebih bergaul dengan orang lain. Aku percaya bahwa “perasaan suka, duka, senang dan sakit. Kita bisa berbagi rasa itu dengan sahabat”. Karena alasan itu, aku lebih sering menginap ke rumah temanku agar bisa mengisi kekosongan hati itu.

#3. Aku Belajar Bagaimana Mencintai Itu Tidaklah Mudah

Aku Belajar Bagaimana Mencintai Itu Tidaklah Mudah
Source : unsplash.com
Aku pernah menyukai seseorang dan kebetulan sahabat karibku juga mencintainya. Aku merasa mencintai itu tidaklah mudah, bukan perihal bagaimana aku merebutnya atau bagaimana aku mengikhlaskannya. Keduanya mungkin akan berujung dengan pertanyaan yang sama, yaitu bagaimana aku akan menjalani kehidupan setelahnya.

Pasti akan ada rasa canggung jika aku mendapatkan cinta itu, dan pasti aku juga akan terluka jika aku mengikhlaskannya sementara sahabatku bermesraan dengan dia di depanku. 

Mencintai bukan perihal harus mengatakan secepatnya atau menghilang secara perlahan. Tapi mencintai adalah perihal berdamai antara sahabat dan cinta. Seperti saat Naruto menyukai Sakura, sementara Sakura mencintai Sasuke yang juga sahabat Naruto. 

Banyak perselisihan saat itu, aku juga merasa bingung dengan hubungan seperti itu. Dilain sisi, dia adalah sahabatku dan sisi lain aku juga mencintai dia kala itu. Hingga akhirnya kita sama-sama kehilangan dia, hahahaha.

#4. Hingga Akhirnya Aku Paham Bagaimana Caranya Mengikhlaskan


Disaat Naruto meyadari bahwa cintanya Sakura adalah milik Sasuke, Disaat itulah tujuan Naruto bukan untuk mencari perhatian Sakura lagi. Tapi untuk mengembalikan Sasuke kepada Sakura seperti sedia kala.

Aku pernah berkali-kali ditolak seorang wanita, mungkin memang gila harus ditolak oleh wanita yang sama. Tapi aku merasa apa yang aku lakukan adalah benar. Mungkin banyak temanku yang mengatakan “kamu bodoh””kamu idiot” dan sebagainya. Aku tak masalah akan hal itu, karena untuk kembali waras, aku harus mendapatkan cintanya itu.

Jika kamu yakin dia jodohmu, dan kamu bisa melihat masa depanmu bahagia dengan dia. Disaat itulah, kalian akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan dulu. hehehe

#5. Terinspirasi Perihal Pantang Menyerah

Yang aku kagumi dari seorang Naruto adalah semangat pantang menyerahnya. Sewaktu kecil, Naruto adalah Ninja yang tidak punya bakat, bahkan dia sering jadi ejekan teman-temannya. Meskipun begitu, dia tidak putus asa dan terus berlatih agar keberadaannya diakui oleh orang lain.

Berbeda denganku, Aku meniru semangat pantang menyerahnya Naruto disaat sedang mencari cinta. Hahaha..

Prinsipku dulu, selama janur kuning belum melengkung, disaat ada celah, meskipun itu sempit dan bisa melukaiku, akan aku coba untuk menerobosnya. Jika memang pada akhirnya aku terluka, mungkin itu adalah kensekuensi yang harus aku alami.

Dan ironisnya, memang ada luka yang tak kunjung sembuh disaat kebaradaanku tidak di akuinya. Hiks 😢

Tapi aku percaya, bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati tidak akan pernah membohongi. Jika memang itu gagal, itu akan jadi pelajaran berharga yang akan menguatkan jiwa ragaku. 

Seperti kata jiraiya sensei
Penolakan membuat seorang pria menjadi kuat, dengan kata lain kau tidak bisa memanggil dirimu seorang pria sejati kecuali kau bisa tertawa dari hal-hal seperti itu. Kegagalan juga menyenangkan, Hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan Itu berguna untuk menempa diri sendiri
- Jiraiya Sensei -
*Note :

Artikel ini dibuat untuk memeriahkan Obrolin Challenge November dengan tema “Siapa Pahlawanmu”. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Cerita ini sengaja dibuat agar bisa menimbulkan senyum dan tawa bersama. Yah tentu untuk membahagiakan kalian semua, semoga kalian tetap sehat dan bahagia 😁
Related Posts
Terbaru Lebih lama
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar