orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Pentingnya Menabung di Era Milenial

Pentingnya Menabung di Era Milenial
Source : sindonews.com
Di era milenial, masyarakat Indonesia mulai cenderung lebih konsumtif dalam memenuhi keinginan-keinginannya. Hal ini tentu karena didukung oleh kemajuan dan kemudahan teknologi canggih yang berkembang begitu pesat.

Terlebih dengan perkembangan teknologi internet dan media sosial yang sangat memudahkan penyebarluasan informasi digital. Masyarakat bisa mengetahui informasi terkini hanya melalui genggaman jari.

Banyak online shop serta marketplace yang memberikan fasilitas kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Banyak diskon dan promo yang membuat daya beli masyarakat makin menggila.

Apalagi gaya hidup masyarakat milenial yang identik dengan hedoisme dan social media. Seperti liburan ke pantai, nyetatus di FB. Beli tas baru, bikin story. Makan di restoren ternama, upload IG. Yang penting eksis, pengeluaran belakangan.

Boros? Aku rasa tidak juga.

Selama mereka mampu, tak ada yang salah kok. Sah-sah saja, lah wong itu pakai uang mereka sendiri kok, terserah mereka kan.

Yang paling penting adalah kita tau pasti kemana larinya pengeluaran yang kita keluarkan tiap harinya. Setidaknya di akhir bulan, kita tidak harus meratapi dompet dan saldo ATM yang kosong, itu saja..

Menabung Itu Penting Untuk Kestabilan Ekonomi Keluarga

Jujur sewaktu masih single dulu, aku orangnnya cukup boros dalam pengeluaran tiap bulannya. Bahkan selama bekerja hingga beberapa tahun, aku tidak memiliki tabungan sepeserpun.

Memang sih, aku masih mempunyai cicilan kendaraan waktu itu, jadi sebagian pendapatanku tiap bulan lebih banyak aku alokasikan untuk membayar cicilan tersebut. Sisanya, aku bagi antara kebutuhan hidup keluarga dan pengeluaranku sehari-hari.

Berbeda dengan istriku sewaktu dulu, dia bekerja hanya dalam kurun waktu satu tahun, sudah bisa mengalokasikan uangnya untuk biaya kuliah sendiri. Mungkin karena alasan itu, aku mulai terpesona untuk menikahinya, hahaha

Setelah menikah, stabilitas ekonomiku mulai meningkat. Namun tantangan hidup dalam berkeluarga jauh lebih menantang. Terlebih setelah melahirkan anak kedua. Istriku mulai resign dari pekerjaannya, tinggal lah aku seorang yang jadi tulang punggung keluarga.

Naik turunnya kehidupan membuatku sering mengalami hal-hal di luar ekspektasi. Hingga pernah aku dan keluarga merasakan keadaan ekonomi yang sangat kronis. Tabungan habis, kerjaan macet dan pengeluaran membludak.

Berkaca dari hal tersebut, ternyata memiliki tabungan itu sangat penting, terlebih jika kita sudah berkeluarga.

Setelah keadaan dan stabilitas keuangan normal, akhirnya aku dan istri membuat dana cadangan untuk mengatasi hal-hal darurat semacam itu. Tujuannya agar dana tabungan untuk masa depan kita tidak di utak-atik.

Merencanakan Alokasi Penghasilan di Awal Untuk Dana Tabungan

Pentingnya Menabung di Era Milenial
Source : idntimes.com
Aku sangat tertarik dengan cara berfikir temanku dalam menyisahkan penghasilannya untuk masa depannya. Buktinya, dia cukup berhasil membangun istananya sendiri dari hasil pendapatannya.

Dulu aku berprinsip akan menabungkan uangku saat ada sisa-sisa uang perbulannya. Ternyata memang tidak ada sisa sama sekali, bahkan lebih banyak kurangnya.

Setelah melihat yang dilakukan temanku, yakni mengalokasikan sebagian penghasilannya di awal untuk dana tabungan dan dana darurat. Aku mulai meniru prinsip tersebut.

Memang berat saat awal-awal mencoba hal tersebut, apalagi jika kita memang cukup konsumtif dalam hal ini. Namun seiring berjalannya waktu, kita akan terbiasa menjalaninya, terutama jika kita memiliki niatan yang kuat.

Hingga saat ini, aku dan istri memiliki beberapa tabungan yang kita sesuaikan menjadi beberapa kategori, yakni :

#1. Tabungan Untuk Rumah Masa Depan

Menabung untuk masa depan adalah hal yang penting dilakukan bagi setiap individu. Sejak pertama menikah, aku dan istri sudah mengidam-idamkan memiliki rumah sendiri. Dari keinginan itulah tabungan ini terbentuk. Namun hingga sekarang, isi dari tabungan tak lebih dari 5 juta, hehehe

Alasannya, uang tersebut kita pakai untuk renovasi rumah yang kita tinggali saat ini. Selain itu beberapa pengeluaran tak terduga juga ikut andil dalam berkurangnya saldo tabungan.

Namun dimulai tahun ini, aku dan istri sudah bertekat untuk meneruskan cita-cita tersebut. Kami sudah memangkas penghasilan sejak awal untuk dialokasikan ke tabungan ini. Untuk pengeluaran tak terduga, kita sudah siapkan dana darurat untuk mengatasi hal tersebut.

#2. Tabungan Pendidikan

Selain tabungan rumah, istri juga sudah menyiapkan tabungan untuk bekal pendidikan anak. Ada dua type tabungan ini sih, selain istri menabung di rumah, dia juga menabung di sekolah.

Dengan adanya tabungan ini, setiidaknya biaya pendidikan seperti beli buku, tamasya di sekolah, event di sekolah dan sebagainya, semua bisa terkover dengan tabunagna ini. Aku juga kepikiran untuk mengikuti asuransi pendidikan, namun untuk saat ini, tabungan ini sudah cukup.

#3. Tabungan Kodok

Dulu sempat aku memanfaatkan menabung di bank dengan cara menyisahkan uang gajian. Namun selama uang tersebut bisa aku ambil dengan mudah menggunakan atm, maka hal yang aku lakukan jadi sia-sia.

Terinspirasi dari temanku yang menabung setiap hari disebuah kaleng, aku pun mulai menirunya dengan berkomitment menabung sebesar lima ribu rupiah tiap hari. Syarat lain jika aku gagal menabung hari ini, maka besoknya aku harus menabung sepuluh ribu sebagai ganti yang kemarin.

Sebenarnya tabungan kodok itu lebih mudah dikoyak dan diambil isinya, mengingat tabungan itu berada ditempat yang sangat mudah dijangkau. Namun kembali lagi kepada niatan awal serta target mengapa kita menabung yang harus diperkuat.

#4. Tabungan Investasi

Pentingnya Menabung di Era Milenial
Source : bareksa.com
Aku mulai tertarik dengan penggunaan fintech akhir-akhir ini. Dulu pernah aku menabung di Sobatku namun selama setahun belakangan, aku mulai meninggalkannya.

Di smartphone yang aku miliki, terdapat beberapa fintech yang aku gunakan, seperti Gopay, OVO dan Dana. Tentu penggunaan beberapa fintech tersebut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Semisal gopay yang sering aku pakai untuk pesan ojek online (padahal sendirinya juga driver, tapi masih butuh ojek online lainnya, hahahaha). Kemudian Ovo yang sangat membantu aku dalam tranfer ke bank lain tanpa biaya administrasi. Dan terakhir adalah dana yang sering aku pakai guna mendapat voucer menarik atau sebagai pembayaran ke marketplace Bukalapak.

Karena seringnya memakai marketplace Bukalapak saat beli produk online, aku mulai mempelajari fitur Bukareksa yang ada di Bukalapak.

Bukareksa adalah fitur jualbeli aneka pilihan investasi reksadana yang bekerja sama dengan PT Bareksa Portal Investasi di Bukalapak. Keuntungannya adalah perihal minimum pembelian reksadana dan proses transaksi yang cukup sederhana. Di Bukalapak juga terdapat Bukamas yang merupakan fitur investasi berupa pembelian emas.

Untuk menabung emas atau reksadana di sana, aku tak harus menyisihkan sejumlah uang, melainkan dengan mentranfer berapapun sisa uang yang tidak bisa keambil di ATM. Misalnya aku habis gajian, kemudian aku ambil semuanya. Nah sisa rupiah, entah itu dua puluh ribu atau tiga puluh ribu itulah yang aku tranfer menjadi saldo DANA, yang kemudian aku belikan saham reksadana atau emas.

Dan alhamdulillah, selama 3 bulan ini saldo reksadana aku sejumlah seratus ribuan, hehehe. Biarpun sedikit yang penting lama-lama masih tetap sedikit, wkwkwkwkw.

#5. Tabungan Darurat di Rekening Ponsel

Selain tabungan yang aku sebutin di atas, ada satu tabungan darurat lagi yang aku buat untuk keadaan darurat selama aku menjadi seorang driver ojek online.

Untuk mengisi saldo rekening ponsel ini, tergantung dari besarnya saldo gopay yang aku terima saat menjadi driver.

Sebagai modal awal, aku selalu sisakan gopay sejumlah 100rb di aplikasi driver. Jika saat selesai narik saldo di aplikasi driver aku bertambah sampai 200rb, maka yang 100rb aku amankan ke rekening ponsel.

Tabungan ini bukan aku khususkan untuk modal saat menjadi driver saja sih, kalau suatu saat aku kehabisan uang, yah aku ambil untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari aku juga. Selain itu, tabungan ini juga aku buat untuk jaga-jaga kalau saja istri dan anak minta liburan atau kulineran.

Dengan adanya tabungan ini, aku dan keluarga masih bisa menikmati jajanan atau bepergian ala anak zaman milenial.


Jadi penting sekali merencanakan keuangan untuk banyak hal dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung atau dialokasikan untuk sesuatu yang kita idam-idamkan.

Dengan perencanaan seperti itu bukan berarti hidup jadi menderita. Aku dan keluarga masih menikmati travelling dan wisata kuliner kok tiap bulannya, meskipun tidak terlalu sering.

Sah-sah saja sering belanja di mall atau beli produk online marketplace, atau jalan - jalan kemana saja yang kita inginkan. Yang harus di tekankan adalah jangan sampai keuangan menjadi besar pasak daripada tiang. Apalagi kita tidak memiliki dana cadangan atau tabungan untuk sesuatu yang tak terduga.

Yuk menabung dari sekarang

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar