orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Cinta Sebenarnya - Jatuh Untuk Tetap Hidup dan Tumbuh

Cinta Sebenarnya - Jatuh Untuk Tetap Hidup dan Tumbuh
Source : unsplash.com
Cinta

Sepertinya ngebahas cinta itu tidak ada ujungnya. Dibahas berulang kali dengan pribadi yang berbeda, ceritanya tak akan sama. 

Ada rasa suka juga duka, kadang terasa manis namun juga akan terasa pahit. Yah, cinta itu seperti permen nano-nano, ramai rasanya.

Untuk ngebahas indahnya cinta itu hal biasa, yah ending dari perjalanan cinta memang untuk bahagia, bukan? 

Tapi tahukah kamu tak semua perjalanan cinta itu indah. Jadi jika ingin merasakan cinta, bersiaplah merasakan pahitnya. 

Semua orang pasti akan bertahan saat berada di indahnya cinta, tapi jika pahitnya cinta? Mampukah kita bertahan?

Sejatinya cinta itu butuh pengorbanan. Dari ngabisin pulsa buat pdkt lewat Handphone, dari menguras lebih dalam isi dompet untuk sekedar ngajak jalan ke tempat wisata atau makan malam. Juga berkorban waktu istirahat untuk ngapelin sang pujaan.

Yah, cinta memang butuh pengorbanan walau terkadang hanya sebuah pengharapan yang berujung kekecewaan. Tapi tak apa, begitulah perjalanan cinta menuju pemilik hati yang sebenarnya. Perlu jatuh dan bangun untuk mencapai arti bahagia yang sebenarnya.

Cinta itu perlu di bangun. Dari proses PDKT, berlanjut saling cinta, permulaan yang bahagia, kemudian drama yang sesungguhnya mulai terasa. Dari rasa bosan karena kejenuhan, rasa saling curiga, ego yang tak mau kalah, hingga pertengkaran yang entah apa sebabnya. 

Itulah perjalanan hidup. Tak selalu semulus wajah Pevita Pearce. Kadang ada jerawat kemudian membekas, kadang juga benjol kebentur sengatnya lebah.

Cinta Sebenarnya - Jatuh Untuk Tetap Hidup dan Tumbuh
Source : unsplash.com
Membangun cinta itu seperti sebatang pohon. Harus ada akar yang kuat untuk menopang batang pohon agar tak jatuh dan mati. Perlu pondasi saling percaya untuk menguatkan ikatan cinta.

Perlu batang yang kokoh agar bisa menjulang tinggi. Rasa curiga dan cemburu pasti akan tetap ada karena pada dasarnya kita sebagai manusia adalah makhluk yang tidak ingin merasa dikecewakan. 

Harus ada saling memahami dan mengerti keberagaman dan perbedaan yang terjadi agar hubungan tetap kokoh.

Dan pohon yang besar juga butuh daun untuk tetap bisa hidup. Daun itu lah yang diperumpamakan cinta. Cinta yang membuat hubungan menjadi hidup. 

Daun rela berguguran ke tanah agar pohon tersebut bisa hidup dari kekeringan dan kurangnya pasokan makanan. Begitupun dengan cinta, cinta harus rela untuk berkorban untuk kelangsungan hubungan, saling melengkapi dan mencukupi untuk bisa bertahan dari naik turunnya kehidupan. 

Daun rela jatuh untuk tumbuh, agar pohon tetap hidup dan berbuah. Begitulah seharusnya cinta yang sebenarnya, rela mati untuk hidup. 

Terima kasih Ibu, engkau telah merelakan dirimu di ambang kematian hanya untuk membiarkanku hidup. Dan terima kasih istriku, engkau telah mempertaruhkan nyawamu untuk ke-egoisanku akan buah cinta yang kita dambakan.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar