orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Hati Yang Telah Memilih

Hati Yang Telah Memilih
Source : unsplash.com
Kamu tahu bahwa aku sangat menyukai menulis di blog ini. Mungkin sekarang aku sudah jatuh cinta dengan ini.

Rasanya ada yang kurang saat aku mencoba untuk tidak merangkai sebuah kata atau berspekulasi tentang sebuah cerita yang akan aku tulis di blog ini.

Aku ingin berbagi cerita dan pengalaman hidup di blog ini, anggap saja blog ini sebagai diary digitalku yang bisa kalian baca dengan seenaknya.

Aku suka menulis, bukan karena aku sudah terbiasa menulis. Sungguh aku bukanlah orang yang terbiasa dengan tulis-menulis.

Aku tidak punya buku diary di rumah, akupun paling tidak suka menulis di buku waktu sekolah. Aku lebih suka meminjam catatannya teman yang kemudian aku foto copy sepulang sekolah.

Aku juga tak ada niatan untuk menjadi penulis profesional, karena aku juga tak yakin dengan tulisanku sendiri. Selain pengunaan kata dan pengolahan kata yang aku gunakan sangat minim variasi, juga rasanya aku bukan typikal orang yang suka membaca lama. Kan katanya, penulis profesional itu harus gemar membaca.

Bagiku, menulis itu tentang sebuah kesenangan. Ketika aku merasa senang dan ada waktu senggang, aku ingin mengisi waktu tersebut dengan sebuah tulisan.

Aku tidak ingin membebani diri untuk tetap setia menulis setiap harinya, karena aku tidak bisa membagi kesetiaanku hanya untuk itu. Pada kenyataannya, istriku lah yang berhak atas kesetiaanku itu.

Lagi pula aku menulis juga untuk mengenang kebersamaanku dengannya. Tentang canda tawa kita, tentang keluarga kecil kita, juga tentang cerita tragis dan melankolis yang pernah tercipta saat aku mengharap cinta darimu tempo dulu.

Sengaja aku rangkum dan aku tulis ulang dengan cerita berbeda. Cerita yang tidak harus aku yang jadi lakon utamanya. Aku lebih suka mengambarkan cerita orang lain, tapi tak lupa aku selipi ceritaku denganmu di sela-selanya.

Tau kah kamu, setiap aku menulis tentangmu di sini, ada rasa bahagia yang menderu keras di jantungku. Berdengup kencang yang membuat geli, mungkin karena itu aku sering tersenyum dengan sendirinya saat mulai mengetik cerita tentang kita.

Rasanya lega sekali disetiap aku meyelesaikan satu judul tulisan. Seperti sekarang ini, di tengah keribetan kerjaan yang mengharuskan aku memikul kerjaan itu sendiri. Aku sangat senang, tak terpengaruh dengan pusingnya kerjaan hari ini.

Aku mencoba untuk bisa membuat rasa bahagiaku sendiri disetiap situasi rumit yang terjadi. Karena aku yakin, disetiap masalah yang terjadi, engkau selalu mendoakanku yang terbaik dari sana.

Jadi tetap tenang dan terus bercerita sebisa ku melangkahkan jari-jari ini. Karena menulis bukan karena aku terpaksa menyukainya, karena hatiku sendiri yang telah memilih. Sama halnya dengan kamu di sana, hatiku yang memilih untuk tetap mencintai dengan apa adanya.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar