orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Kamu Adalah Pusat Alam Semestaku

Kamu Adalah Pusat Alam Semestaku
Source : unsplash.com
Bagiku, bahagia itu sederhana. Tak harus punya banyak uang, maupun mobil sedan yang berjejeran. Bahkan hal kecilpun bisa membuatku tersenyum dan merasa bahagia. 

Seperti siang kemarin, aku duduk disebuah bangku taman dan melihat langit yang cerah di atas sana. Entah kenapa hatiku merasa sangat damai saat itu.

Langit cerah yang cantik. Warnanya biru cerah, kontras dengan warna daun-daun hijau dari pohon tempatku berteduh. Melihat langit biru, seakan aku melihat sebuah kenangan yang pernah terlintas oleh waktu.

Sejak kecil, aku sangat suka sekali melihat langit biru. Bagiku, menatap langit sama halnya seperti melihat laut. Ada ketenangan dan kedamaian tersendiri saat melihatnya.

Aku juga suka melihat gumpalan awan yang bergerak dengan bebasnya. Terkadang mereka (awan) berkumpul dan membentuk menyerupai sesuatu. Aku suka saat menyerupai bentuk manusia, seakan aku melihat banyak adegan dan drama di sana.

Begitupun saat melihat langit malam dengan ribuan bintang di langit. Meskipun dengan melihat itu memunculkan rasa cemburu yang pernah kurasakan kepadamu. Setidaknya dengan melihat bintang itu, aku merasa tidak sendirian kala itu.

Bagiku bumi itu pusat alam semesta. Aku tidak peduli tentang semua buku pelajaran yang menerangkan bahwa Matahari adalah pusat tata surya. 

Yang aku tahu, disetiap aku diam dan memandang langit biru, semua hal yang terlihat di sana terlihat bergerak dan aku hanya diam dengan bumi yang tak bergerak.

Aku tak peduli dengan teory heliosentris milik Galileo maupun Copernicus yang menganggap planet-planet termasuk bumi mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Walaupun aku juga tau bahwa Galileo juga gagal membuktikan teorinya. 

Yang jelas Bumi itu tempat kehidupan, bukankah di mana ada kehidupan berarti di situ adalah pusatnya.

Aku lebih suka bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta. Yang mana semua bintang yang berhamburan di langit malam bergerak mengitari bumi. Matahari dan bulan pun sama, keduanya terbit di timur dan tenggelam di barat secara bergantian. 

Bukankah terdapat sistem yang luar biasa untuk mengatur keduanya agar tidak terbit dan tenggelam secara bersamaan.

Kenapa harus Matahari yang menjadi pusat tata surya? Bukankah Bumi lebih pantas!.

Bumi mempunyai sumber kehidupan dengan adanya air yang melimpah ruah di dalamnya. Banyak kehidupan yang tumbuh di bumi, macam-macam tanaman, hewan, dan kita sebagai manusia juga hidup di Bumi.

Sedangkan matahari hanya sebongkah hawa panas yang jelas tak berpenghuni. Bukankah bumi lebih pantas sebagai pusat alam semesta ketimbang bongkahan panas itu?

Kamu Adalah Pusat Alam Semestaku
Source : unsplash.com
Jika disuruh milih? Pilih mana antara bumi atau matahari yang menjadi pusat tata surya?

Jelas aku memilih Bumi sebagai pusat tata surya. Bukan berarti aku mengikuti paham samawi tentang teory geosentris. Tapi banyak hal yang membuat Bumi lebih layak menjadi pusat tata surya ketimbang Matahari menurutku.

Salah satu alasannya adalah KAMU. Kamu yang terlahir di dunia aku berpijak ini.

Bagiku, kamu adalah sebuah poros yang membuat aku ingin selalu mengelilingimu, mendampingimu dan melindungimu.

Kamu tak perlu jadi sepanas matahari maupun mempunyai gaya tarik selayak gravitasi matahari yang membuat planet-planet mengelilinginya. Karena aku yakin, matahari hanya sebongkah hawa panas yang tak mempunyai gaya gravitasi sebesar itu.

Bagiku, kamu adalah bumiku. Tempatku memulai sebuah petualangan hidup yang baru. 

Jika dulu aku suka memandangi langit biru sendiri, sekarang aku memilih untuk melihat langit dengan mata tertutup denganmu. Merasakan alam bergerak sesuai kehendak sang waktu.

Tak penting Heliosentris ataupun Geosentris bagiku. Karena yang aku yakin, ada sistem yang Maha Dahsat yang menciptakan tatanan alam semesta ini dengan begitu hebatnya.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar