orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Jodoh itu Dicari Atau Dinanti?

Jodoh itu Dicari Atau Dinanti?
Source : unsplash.com
Bingung yah, bagaimana cara menjawabnya? Mau mencari atau cukup dengan menanti?

Secara garis besar, jodoh itu memang harus dicari. Sangat berharap juga kan seandainya jodoh tiba-tiba datang dengan sendirinya.

Yah pastinya semua orang akan berpikiran sama dengan mendapatkan jodoh tanpa harus terluka terlebih dahulu, ataupun tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkannya terlebih dahulu.

Tapi kenyataannya, tidak semua orang seberuntung itu. Jadi nggak usah ngarep deh! Karena tidak semua orang punya keberuntungan yang sama.

Kadang pula, orang banyak yang keliru mengartikan “Mencari jodoh” yang sebenarnya. Kebanyakan orang mengartikan mencari jodoh itu selayak mencari teman lawan jenisnya, untuk dijadikan pacar misalnya.

Alih-alih ingin mengenal lebih dekat terlebih dahulu, eh ternyata malah tersakiti oleh perasaaannya sendiri.

Tujuan yang sudah baik di awal, ternyata di tengah-tengah terjerembab jaring-jaring cinta yang memabukkan, hingga berujung maksiat. Yah semoga saja maksiatnya tidak berlebihan hingga menghasilkan wasiat. Wasiat anak dikandung sebelum akad wkwkwkwk.

Ada yang beranggapan juga “kalau memang jodoh pasti kembali”. Iyah memang kembali, nggak tau juga kembali kemana? Entah kembali ke Maha kuasa atau kembali ke orang lain yang mencintainya. Hahahaha.

Banyak orang juga mengartikan bahwa jodoh itu harus dinanti. Lebih tepatnya menanti yang dinanti tak kunjung kembali wkwkwkwk.

Jodoh itu Tetap Harus Dicari Dan Juga Dengan Menanti

Jodoh itu Dicari Atau Dinanti?
Source : unsplash.com
Kalau bisa, mencarinya dengan cara yang baik.

Bagaimana cara yang baik itu?

Tentu saja dengan memperbanyak silaturohmi dan dinanti dengan sabar dan berdoa kepada-Nya.

Silaturohmi juga bukan hanya dengan lawan jenis saja. Kan kita tidak pernah tau takdir itu membawa kita ke mana. Bisa jadi dengan menyambung silaturohmi dengan teman lama, berujung dekat dengan adik perempuan dari teman lama tersebut.

Jika kedua tahap itu dilaksanakan dengan baik, InsyaAllah jodoh pun akan dipertemukan diwaktu yang tepat bersamaan dengan kesempurnaan dan keindahan.

Secara logika memang tidak masuk akal. Apalagi generasi kita sudah didoktrin dengan adat pacaran yang harus ada sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Berbeda kalau kita sudah yakin bahwa skenario Allah itu luar biasa indahnya. Jadi apapun yang terjadi, inilah takdir yang harus kita hadapi.

Allah mempertemukan dua insan yang berjodoh tepat waktu. Tak pernah telat sedetikpun. Tapi itu semua tergantung dia yang melakukannya. Apakah mereka benar-benar mempersiapkan diri untuk dipertemukan dengan belahan jiwa yang baik atau tidak.

Seperti halnya tentang memutuskan untuk pacaran terlebih dahulu. Mereka sudah benar dengan ihtiar mencari jodohnya, tapi bukan berarti selalu bertemu dengan ujung yang ditakdirkan.

Karena banyak calon pasangan yang melakukan hubungan seperti itu, ujungnya hanya rasa sakit hati karena sebuah perpisahan.

Tak jarang juga, dengan pacaran bertahun-tahun dan sudah sepakat untuk menuju ke jenjang pernikahan. Akan tetapi setelah menikah, justru hubungan itu tak berjalan dengan semestinya.

Pacaran lama tak menjamin bisa mengerti karakter masing-masing dengan gamblangnya. Karena pacaran itu lebih banyak untuk sekedar menyenangkan hati pasangan atau untuk tetap menarik simpati dari pasangannya.

Setiap orang pasti berharap dengan berdoa mendapat jodoh yang baik, bagus fisiknya (cantik atau tampan), bagus ibadahnya dan mapan dan kaya. Tapi kenapa justru jodoh yang dipertemukan malah sebaliknya. Sudah tidak mapan, pembohong besar, terlebih lagi jauh dari kreteria pasangan yang kita mimpikan.

Bukan Allah Subhanahu Wata’ala yang tak adil, justru disitulah letak keadilan Allah Subhanahu wata’ala. Coba bayangkan ketika kamu meminta dengan berdoa agar dipertemukan dengan jodoh yang baik, mapan dan bla.. bla..bla. Sedangkan dirimu sendiri tidak memperbaiki diri agar tepat saat bersanding dengan dia yang kau harapkan.

Dia yang dipertemukan dengan dirimu sebagai jiwa yang baik, sementara dirimu sendiri, tetap tidak menjadikan diri seperti dia yang akan disandingkan denganmu. Bukankah itu tidak adil sekali.

Bukannya jodoh itu cerminan diri, jika kamu masih belum menjadi jiwa yang baik, maka kamu akan dipertemukan dengan jodoh yang masih belum dalam keadaan baik pula.

Menanti dengan sabar di sini maksudnya agar kamu menyimpan apa yang terbaik yang ada dalam dirimu untuk dia yang terbaik saat dipertemukan denganmu.

Selagi masih sendiri, manfaatkan masa-masa kesendirian menjadi masa terbaik untuk membenahi diri. Sehingga tatkala dipertemukan dengan jodoh yang dinanti, kita sudah siap untuk menjadi pasangan yang baik untuk jiwa yang baik.

So, carilah jodohmu dengan niat yang baik. Nantilah dia dengan sabar dan terus berdoa kepada-Nya agar segera dipertemukan dengan jodohmu di waktu yang tepat.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar