orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya
Sudah seminggu ini aku tidak membuat artikel di blog ini karena aku baru pindahan. Awalnya blog ini tinggal di rumah susun yang diberikan secara cuma-cuma oleh pihak Wordpress dan sekarang aku sudah pindah ke rumah sendiri dengan kunci rumah sendiri.

Iya, akhirnya aku memutuskan untuk memindahkan blog lamaku di wordpress ke hosting sendiri.

Sebenarnya sudah lama aku menginginkan untuk merubah blogku menjadi blog yang lebih professional, bahkan sejak awal membuat blog ini aku sudah merencanakan akan hal tersebut. Namun aku terkendala dari dana sewa hosting serta awamnya di dunia blogging.

Ketakutan awal untuk hosting sendiri adalah masalah inkonsistensi menulis. Pengalaman pernah menghapus blog lama karena terlalu lama vakum, membuatku memutuskan untuk membuat blog gratisan saja dulu. Jika sudah bisa mengatasi inkonsistensim barulah aku akan memindahkan blog ke hosting sendiri.

Namun ternyata memindahkan blog atau istilah kerennya migrasi dari wordpress.com ke self hosting bukan perihal mudah.

Dari yang aku baca-baca di artikel, sepertinya memindahkan blog tinggal install platform wordpress di hosting kemudian import data blog lama, setelah itu selesai sudah. Namun pada kenyataannya tidak demikian.

Banyak masalah yang aku hadapi dalam proses pindahan atau migrasi blog tersebut, diantaranya :

#1. Bingung Melakukan Apa Setelah Beli Hosting

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya
Source : unsplah.com
Meskipun sudah baca-baca artikel migrasi dari blog-blog ternama, aku masih kebingungan dengan apa yang akan aku lakukan sesudah membeli hosting. Hampir satu hari aku biarkan hosting tersebut tanpa melakukan apa-apa.

Aku kira dengan membeli hosting, secara otomatis pihak penyedia hosting sudah mensettingkan semua sampai beres. Ternyata aku salah.

Pihak hosting hanya mengkonfigurasi agar hosting dan domain bisa terhubung melalui Cpanel. Dan aku masih terlalu polos soal ini. Akhirnya aku pesan tiket (tiket : claim) agar aku dibantu dalam migrasi kali ini. Syukur-syukur bisa dimigrasikan semua sampai selesai, yang intinya aku tinggal nulis saja.

Aku kebingungan bagaimana cara migrasinya, lagi-lagi aku membuat tiket baru untuk menanyakan bagaimana cara import data file xml dari blog lama. Dan jawabannya aku disuruh login wordpress dulu baru di import datanya.

Aku kebingungan lagi, ini login wordpress yang mana? Dan ternyata dari tadi itu aku belum instalasi wordpress di hostingnya, hehehe.

#2. Upload File xml Berkali-kali Dan Gagal

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya
Setelah install Wordpress di Hosting, aku coba untuk upload file export dari blog lama dengan harapan agar artikel di blog lama pindah di blog yang baru. Aku baca artikelnya tentang migrasi ini, prosesnya cukup mudah, namun tidak mudah saat melakukannya.

Karena blogku sudah hampir tiga tahun mengudara dan artikelnya sudah mencapai 375 artikel, belum lagi dengan gambar-gambarnya yang lumayan banyak. Jadi file export blog lamaku lumayan besar. Hasilnya saat aku import ke blog baru berulang kali aku mengalami kegagalan.

Berkali-kali aku upload file tersebut hingga menghabiskan hampir separuh kuota internet di modemku, tapi tak ada satupun artikel yang terupload dengan sempurna. Setelah aku teliti, ternyata ada batasan maksimal besarnya upload file xmlnya.

File export blogku mencapai 23 Mb (16+7 Mb) sedangkan batas maksimal upload hanya 8 Mb. Aku baca panduan lain untuk mengatasi trouble ini. Yang pertama dengan mengunakan software split file xml. Hasilnya memang bisa upload, namun hanya sebagian (175) artikel saja yang terupload. Lah sisanya kemana?

Panduan lain juga mengatakan bagaimana cara memperbesar batas maksimal upload file xml. Aku melakukan seperti yang di perintahkan pada tutorial tersebut, namun tetap saja setting yang aku lakukan tak merubah batas maksimal upload.

Cara lain juga menyarankan untuk mengubah file php.ini pada cpanel, namun aku masih belum paham jadi tidak aku lakukan dari pada tambah rusak domainku. Akhirnya aku pakai opsi terakhir, yaitu minta bantuan penyedia hosting dengan layanan tiket.

Dan Alhamdulillah, penyedia hosting yang amat ramah dan sabar menghadapi orang sepertiku mau menanggapi keluh kesahku dan memperbaiki batas maksimal upload filenya. Akhirnya aku bisa upload semua konten dari blog lama ke blog yang baru.

#3. Tautan Link Masih Tertaut ke Blog Yang Lama

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya
Source : kaskus.com
Setelah semua konten sudah terimport ke blog baru, aku melakukan setting yang dibutuhkan seperti ganti tamplate baru, rubah menu navigasi, dan konfigurasi webmaster tool. Namun aku menemui dua kejanggalan.

Pertama, aku melihat link dalam artikel (internal link) masih tertaut dengan blog lama. Kan tidak lucu juga kalau aku harus merubah internal link tersebut satu persatu. Jika aku lakukan, pasti akan butuh waktu lebih dari dua minggu untuk menyelesaikannya. Terus kapan aku harus mulai nulis?

Dan pada akhirnya aku edit ulang semua internal link dalam artikel tersebut meskipun itu berat, kalian tak akan sanggup, biarkan aku saja, hahaha.

#4. Kemana Pengunjung Blogku?

Ternyata Migrasi Blog Tak Semudah Membaca Panduan Artikelnya
Kejanggalan yang kedua adalah kemana pengunjung ke blog ini berada?

Aku sudah migrasi semua follower blog lama ke blog yang baru, namun hingga sore tak ada satupun pengunjung yang singgah ke blog baruku ini. Sedangkan blog lamaku masih dikunjungi oleh orang lain meskipun sudah aku setting tidak terindex di google.

Aku baca panduannya tentang redirect site agar saat migrasi tidak kehilangan traffic blog lama, namun setelah aku teliti dengan mencoba sarannya, ternyata itu hanya berlaku pada domain.com ke domain.com. Hal tersebut tidak berlaku untuk blog naungan wordpress.com

Akhirnya setelah baca support wordpress, aku mengetahui bahwa untuk bisa redirect traffic, backlink dan tautan link dari blog lama ke blog baru, harus bayar setidaknya $13 untuk layanan Redirect site ini.

Ah nambah uang lagi deh.

Kesimpulannya, bagi kalian yang ingin migrasi blog wordpress kalian ke Self Hosted, kalian harus siapkan mental setidaknya pelajari lebih dalam lagi langkah-langkah migrasinya sebelum melakukan pembelian hosting sepertiku.

Memang migrasi tidaklah mudah, namun bukan berarti mustahil bagi seorang awam sepertiku. Yang penting sering-seringlah membaca dan jangan sungkan untuk merepotkan penyedia hosting dengan pertanyaan-pertanyaan tentang keluh kesah kita sebagai pelanggan yang kebingungan.

#Menuju Bahagia dan Malampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar