orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit

Menemukan quote ngawur temanku sewaktu masih lajang dulu. Quotenya cukup ngawur, namun aku rasa cukup realitis banget.

Aku rasa hanya bodrexin dan contrexin yang membantu meredakan sakit tanpa menyisakan pahit di lidah. Oh ada lagi, yakult juga baik untuk pencernaan dan sangat membantu kalau lagi ada gangguan pencernaan macam mules di perut. Selain itu, obat itu pahit, namun yang rasanya pahit cukup manjur untuk menyembuhkan.

Membuat bahagia itu mudah, tapi menghargai sebuah kebahagian itu yang agak susah. Disitulah siklus alam yang bernama “sakit, sedih, kecewa” harus ada biar kita menghargai perjuangan untuk mencapai rasa bahagia itu tidaklah mudah.

Pernah tidak? Ada teman yang ketika kita merasa sakit dan kecewa, dia mengatakan hal ini.

Jika pernah disakiti dan merasa kecewa karena dihianati, ikhlaskan saja!

Dengan nada santai dia menceramahi kita dengan bijaknya, namun mereka tidak tahu sesakit apa yang kita rasakan. Apalagi dia tidak pernah mempunyai pengalaman rasa sakit yang kita derita. Di situlah aku pengen teriak sekeras-kerasnya di telinganya dan bilang “Bullshit

Karena pada dasarnya, mengikhlaskan itu tidak semudah yang mereka ucapkan.

Siapa sih yang ingin bersedih terus menerus? siapa sih yang tidak ingin move-on dan bahagia? Namun untuk melewati itu semua, prosesnya tidak semudah itu.

Butuh waktu, dan setiap orang memiliki penerimaan yang berbeda-beda. Disitulah uniknya manusia. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan satu rumus yang sama. Problem manusia itu tidak seperti rumus matematika, yang satu tambah satu bisa jadi dua.

Seperti quotenya temanku itu :

Sabar itu pahit, Jujur itu pahit, dan Ikhlas itu sangatlah pahit, namun semua yang pahit menyembuhkan segala macam penyakit

Sabar Itu Pahit

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit
Source : unsplash.com
Tahukah kalian betapa sabarnya temanku yang satu ini. Dia adalah seorang pecinta yang mencintai dalam diam, eaaahhh.

Dia typikal cowok setia yang sangat setia menunggu jawaban dari seorang wanita yang dicintainya selama 3 tahun lamanya saat di SMA. Bayangin betapa besar pengorbanannya, dia rela mengerjakan tugas sekolah si wanita ini tanpa pamrih (eh kayaknya pamrih deh, hahaha)

Pernah juga disaat si wanita ini lupa bawa pekerjaan rumah, si temanku ini rela memberikan tugas rumahnya ke wanita ini. Dia rela dikeluarkan dari kelas hanya untuk itu. Namun di akhir cerita, si wanita lebih memilih orang lain dari pada temanku ini.

Bukan salah si wanita maupun temanku dalam hal ini. Ini hanya perihal pilihan. Yang satu memilih bahagia dengan yang lain, dan yang satu memilih untuk bersabar meski itu pahit.

Jika ada yang bilang sabar itu subur, kenyataannya tidak begitu adanya. Sebelum sabar menghasilkan subur, ada proses yang cukup pahit yang harus dilalui. Misalnya sabar menunggu antrian, pahitnya selain menunggu lama, desak-desakan, atau menunggu antriannya sambil berdiri berjam-jam.

Jujur Itu Pahit

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit
Source : unsplash.com
Katakan sejujurnya, meskipun pahit rasanya
Berkata jujur itu tidak mudah, apalagi jika kita seorang yang peka akan perasaan seseorang.

Terkadang kita memilih untuk bohong hanya untuk membuat seseorang tidak khawatir akan suatu hal, meskipun pada akhirnya kebohongan nantinya juga akan terbongkar, setidaknya kita bisa memberitahu alasan yang tepat.

Tapi akan lebih baik jika kita jujur sejak awal, sepahit apapun keadaannya, setidaknya kita menuntun ke realita yang sebenarnya, bukan kebahagiaan yang penuh dusta.

Dan Ikhlas itu Sangatlah Pahit

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit
Source : unsplash.com
Dan ini point terakhir yang siapapun akan sulit untuk melakukannya. Sabar saja cukup pahit apalagi Ikhlas yang merupakan tahap terakhir dari sabar.

Misalnya seperti pengalaman temanku yang sudah sabar menunggu seorang wanita yang tak kunjung memberi kepastian. Apalagi di ujung penantiannya, wanita itu harus memutuskan untuk pergi. Di situlah kesabaran akan diuji.

Kepahitan yang sudah menumpuk akan berubah menjadi sebuah kebencian. Bisa saja temanku jadi emosi dengan balas dendam, atau hatinya terpuruk hingga menganggap dunia ini seperti kegelapan.

Namun ketika kesabaran tetap terjaga di hatinya, kemudian kesabaran tersebut naik level menjadi rela untuk melepaskan, di situlah arti “ikhlas” yang sesungguhnya, eaaahhh 😁

Segala Hal Yang Pahit, Cukup Manjur Untuk Menyembuhkan

Segala Yang Pahit Menyembuhkan Segala Penyakit
Source : unsplash.com
Sama seperti obat yang pahit, kepahitan yang dirasakan saat bersabar, saat berkata jujur dan saat mengikhlaskan itu cukup manjur untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Memang tidak selalu benar, namun aku pernah mengalaminya.

Seperti disaat aku sakit mata dulu, aku mengalami kebutaan untuk sementara. Aku cukup bersabar dengan berikhtiar berobat kemana saja. Dari dokter, terapi, bahkan minta doa ke kyai.

Sebagai seorang laki-laki yang mencari nafkah untuk keluarganya, tentu aku ingin cepat sembuh agar beban ekonomi tidak semata ditanggung oleh istriku. Namun hingga sebulan sakit mataku tidak kunjung sembuh, bahkan aku sampai mengalami kebutaan.

Lebih parahnya lagi, dugaan dokter atas penyakit yang aku alami, justru membuat tekanan batin keluargaku makin histeris. Setegar apapunku, tetap tak akan kuat melihat orang-orang yang aku sayangi menangis, apalagi itu menangisi kondisiku waktu itu.

Sambil terus berikhtiar, aku mulai mengikhlaskan kondisiku yang seperti ini, bahkan sempat aku berandai-andai kalau memang takdirku tidak bisa melihat lagi, tak apa. Aku merelakan istri untuk pergi meninggalkanku kapanpun dia mau.

Namun istri marah saat aku mengatakan hal demikian. Di situlah aku merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Aku sangat bersyukur memiliki dia sebagai pendamping hidupku.

Dan alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Aku sembuh dengan pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku.

Jika sabar, jujur dan ikhlas mengajarkan kita akan pahitnya dunia, maka hal terakhir yang bisa kita dapatkan adalah dengan mensyukurinya. Yah, aku rasa syukur adalah bentuk termanis dari pahitnya sabar, jujur dan ikhlas yang kita lakukan.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar