orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Ketika Pasangan Bertanya Tentang Hal Yang Tidak Disukai Oleh Kita Akan Dirinya?

Ketika Pasangan Bertanya Tentang Hal Yang Tidak Disukai Oleh Kita Akan Dirinya?
Source : unsplash.com
Jika seandainya pasanganmu tiba-tiba bertanya tentang hal apa saja yang kamu tidak sukai darinya. Kira-kira apa yang akan kamu jawab?

Akan ada dua kemungkinan jawaban. Yang pertama menjawab dengan sejujur-jujurnya dan yang kedua menjawab dengan kebohongan.

Tentu sebagai pria yang baik itu harus jujur. Permasalahannya kejujuran itu lebih banyak paitnya dari pada enaknya. Sedangkan kebohongan meskipun enak dan lepas dari masalah, tapi hanya sesaat. Sebenarnya masalah tersebut akan kembali terulang dan membayang dikemudian hari, dan kita harus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

Jika dijawab dengan jujur, perlu diketahui bahwa wanita itu terlalu sensitif dengan hal negatif tentang dirinya. Misalkan perihal kata “gendut” dan “jerawatan”.

Bagi kita kaum pria, kata gendut dan jerawatan tak ubahnya seperti kata candaan yang lumrah. Tapi bagi kaum wanita, itu sebuah hinaan yang dapat menghilangkan rasa percaya diri dan bikin galau setengah mati #oke kata terakhir sedikit melebih-lebihkan.

Pernah sih aku membahas tentang perihal kata terlarang yang tidak boleh diucapkan ke wanita. Selain wanita itu super sensitif, wanita juga memiliki ego yang tinggi apalagi tentang penampilan fisiknya.

Sama halnya dalam kehidupan rumah tangga. Bukan berarti karena sudah menikah, kita bisa bebas begitu saja mengungkapkan ketidaksenangan kita akan suatu hal, misalnya saja tentang masakannya yang terlalu asin. Rasanya tak pantas jika langsung dimuntahkan dan berkata yang bisa menyakitkan hati.

Atau juga disaat istri tanya tentang “yah, aku gendutan nggak sih?” kemudian kita jawab jujur “iya mamah sedikit gendut”. Padahal kita sudah menambahkan kata “sedikit” yang artinya hanya bertambah gendut sekitar 0-10% saja dari ukuran normal. Hal itupun akan menambah beban pikiran pasangan kita.

Walaupun kita menambahkan embel-embel “meskipun gendutan, ayah loh masih tetap cinta”. Yang namanya wanita tetap lebih menyukai dibilang “seksi dan menarik” dari pada dirayu tapi ada kata “gendut” di dalamnya.

Tentu istri kita akan berpikiran “jika aku gendut, entar suami malah melirik yang seksi-seksi”. Dan pada kenyataanya, lelaki memang tetap suka lihat yang begitu kok, meskipun istrinya secantik dan seseksi sekelas Pevita pearce.

Setidaknya jika istri sudah merasa bahwa dirinya masih cantik dan seksi di mata suaminya, tentu akan membuat rasa nyaman tersendiri baginya.

Sedangkan jika kita bohong tentang suatu keadaan istri, semisal pertanyaan tentang gendut tadi, tentu dengan kebohongan tersebut istri akan lebih senang. Tapi perlu diingat, kebohongan itu semacam bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Seandainya jika kita berbohong bahwa istri sudah terlihat seksi dan semakin cantik, padahal kenyataanya memang sedikit lebih gendut dari biasanya. Istri akan senang dengan kebohongan kita, dan pertanyaannya juga kan selesai begitu saja.

Tapi, kebohongan akan jadi bom waktu, suatu saat kita tidak sengaja mengucapkan suatu hal yang bisa bom kebohongan itu meledak. 

Semisal “ma, yuk olaraga, biar mama makin seksi?”. Maka istri akan melotot kearah kita dan berkata “Jadi selama ini aku tidak seksi, berarti ayah bohong kemarin berkata bahwa aku seksi dan cantik, huft”. Banting pintu kamar dan berkata “Ayah tidur di luar nanti malam, jatah ayah satu bulan lagi”. Hahahaha 😅

Ketika Pasangan Bertanya Tentang Hal Yang Tidak Disukai Oleh Kita Akan Dirinya?
Source : kaskus.com
Nah dari berbagai contoh di atas, kehidupan rumah tangga itu lebih drama dan dilematis juga, bahkan melebihi yang masih pacaran. Kalau pacaran mah, disaat marahan, paling maksimal cuma putus. Kalau putus yah cari lagi, lah stock pacar masih segudang kan, wkwkwkw.

Tapi kalau marahnya istri, paling minim itu lempar piring, lempar panci dan maksimal “ayah tidur di luar selama sebulan!”. Itulah yang paling dilematis, jika tidur diluar sampai sebulan, bayangkan bagimana galaunya seorang suami tanpa belaian istri sebulan, hahaha.

Pertanyaan semacam itu juga dipertanyakan oleh istriku kemarin. Tapi bukan pertanyaan tentang gendut dan jerawatan, karena istriku sendiri juga susah untuk gendut dan kulitnya juga tidak mudah berjerawat meskipun tanpa memakai sabun muka anti acne serum sekalipun.

Pertanyaanya adalah “ Hal apa yang paling tidak disukai dari diriku? (Bukan fisik)

Pertanyaan penuh dilema. Aku tidak bisa berbohong karena aku bukan pembohong yang baik. Aku sering ketahuan kalau berbohong, karena setiap berbohong anuku hidungku memanjang seperti pinokio, hahaha.

Aku juga tidak bisa berkata jujur, karena aku pasti akan menyakitinya. Meskipun dia bilang tidak akan marah atau semacamnya, tapi tetap saja jawabanku akan membuat dia kepikiran akan suatu hal.

Misalnya jika aku jawab “cerewet”(ini misal loh yah, bukan yang sebenarnya), kebanyakan cewek memang cerewet, dan aku yakin cerewet itu ada baiknya dan ada juga buruknya.

Istri cerewet itu juga perlu, misalnya tentang perekonomian keluarga. Istri yang baik harus cerewet dengan pengeluaran yang membengkak. Jadi untuk mengantisipasinya, istri harus rela bercerewet ria disaat anaknya sedikit-sedikit minta uang, pun juga saat ayahnya yang terkadang membeli barang yang tak sesuai kebutuhan.

Tapi dengan kita mengatakan hal yang tak disukai kita sebagai suami semacam “cerewet”. Tentu sebagai istri yang baik, dia akan berpikir keras agar suaminya senang dengan menghilangkan sifat cerewetnya.

Tau tidak, menghilangkan karakter atau sifat itu tak semudah membalikkan kraby patty di penggorengan. Tak semua orang bisa melakukannya apalagi sudah menjadi kebiasaan dari sejak kecil.

Karena istri berusaha untuk menghilangkan sifat itu, dia akan berusaha keras meskipun itu bertolak belakang dengan kemauan dirinya. Dan bisa jadi jika terus seperti itu, dapat menimbulkan stress berlebih yang suatu saat bisa meledak dengan sendirinya.

Tau tidak bagaimana jika stress itu menumpuk dan tidak bisa tertahan lagi. Kemarahannya bisa sampai level PMS akut. Jika saat PMS biasanya wanita lebih sering marah dan mudah tersinggung, nah jika pas stress berlebih seperti ini, kesalahan sekecil apapun, akan berakibat fatal.

Ingat, wanita itu pengingat history nomer wahid. Walaupun kesalahan kita kecil, disaat dia marah, dia akan membeberkan kesalahan kita yang berada di satu, dua, tiga bahkan 10 tahun yang lalu. Luar biasa bukan?

Ketika Pasangan Bertanya Tentang Hal Yang Tidak Disukai Oleh Kita Akan Dirinya?
Source : facebook.com
Akhirnya, aku memutuskan dengan jawabanku sendiri. Tidak berbohong maupun tidak mengatakan yang sejujurnya.

Kok bisa? Trus apa jawabannya...?

Aku tidak mempunyai jawaban sebenarnya, jadi aku tidak ingin berbohong, juga tidak bisa berkata jujur. Karena pada kenyatannya aku tidak tahu apa yang tidak aku sukai dari istri.

Jadi untuk keluar dari moment seperti itu, aku berbicara keluar topik dari pertanyaan itu.

“Yah, apa yang paling kamu tidak sukai dari aku?, Kenapa dulu ayah tiba-tiba mau menikahiku?” tanya istri

Aku diam sejenak, bahkan aku berharap dia tidak menunggu jawabanku sembari aku diam dan mengelus-elus anakku yang mau tidur. Beberapa saat kemudian, kembali dia minta jawaban kepadaku.

Aku menjawabnya dengan senyuman yang paling manis “Karena aku melihat Tuhan dalam dirimu”. Jangan bayangkan senyumanku yang paling manis itu seperti apa, tapi coba terka apa maksud dari jawabanku semacam itu.

Tentu istriku juga mengerutkan dahinya atas jawaban yang aku berikan, Lah wong aku sendiri juga tidak paham yang aku bicarakan, hahahaha.

Intinya disaat dia bertanya apa maksud dari perkataanku itu, akhinya aku memulai sebuah cerita.

Sepenggal kalimat itu, aku unduh dari sebuah lagu “Tujh mein rab dikhta hai “ dari film berjudul “Rab ne bana di jodi”. Dalam lirik tersebut mengatakan “Karena aku melihat Tuhan dalam dirimu, apa yang harus aku perbuat kawan”.

Ini adalah salah satu film india paling berkesan dalam hidupku. Bukan berarti aku menyukai film india loh, hanya saja filmnya Shahrukh khan yang satu ini memang keren. Saat pertama kali melihatnya aku begitu terbawa dalam alur ceritanya. Kisah ini seperti aku banget gitu loh, hahaha

Nah, dengan panjang kali lebar aku bercerita topik lain dengan membahas film india tersebut, pertanyaan dilematis tersebut akhinya kandas juga, hahaha.

Nah kalau menurut kamu, jika pertanyaan macam itu muncul lagi, kira-kira apa yang harus aku jawab?

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar