orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Cinta Itu Butuh Pengorbanan, Haruskah?

Cinta Itu Butuh Pengorbanan, Haruskah?
Pengorbanan adalah menyerahkan sesuatu yang berharga untuk mendapatkan atau menjaga hal lain.

Kalau menurut kalian, apakah cinta itu butuh pengorbanan?

Kalau untuk aku sih, iya banget. Cinta memang harus ada pengorbanan.

Jangan membicarakan soal cinta, untuk hidup saja, kita harus rela berkorban untuk mendapatkan kehidupan itu sendiri.

Seperti bekerja tiap hari itu untuk apa? Untuk memenuhi kebutuhan kan.

Dari untuk makan, untuk beli rokok, untuk beli camilan, membayar tagihan, ataupun untuk menyenangkan hati seseorang. Semua itu butuh pengorbanan.

Menulispun juga sama. Ada banyak yang dikorbankan untuk menjadikan sebuah ide menjadi sebuah tulisan yang tersirat. Dari meluangkan waktu saat kerja, memanfaatkan insomnia untuk menulis, dan sebagainya.

Begitu juga membicarakan soal cinta.

Menurut Wikipedia, Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta Itu Butuh Pengorbanan

Cinta Itu Butuh Pengorbanan, Haruskah?
Source : unsplash.com
Yah, rasanya wajib kalau cinta itu butuh pengorbanan. Menerima dengan ikhlas sebuah kekurangan pasangan juga termasuk pengorbanan.

Cinta itu identik dengan egois dan memaksa. Mau tidak mau ketika orang jatuh cinta pada seseorang, setiap katanya adalah titah baginya. Dan dari situ pengorbanan mulai dijalankan untuk sebuah tujuan.

Tujuannya sih simple. Untuk bahagia bersama. Dan untuk mencapai bahagia bersama itu yang memang harus diperjuangkan.

Kalau Bukan Kamu Yang Berkorban, Yah Bersiaplah Jadi Korban

Cinta Itu Butuh Pengorbanan, Haruskah?
Source : unsplash.com
Seperti kata kawan blogger Rifa Roazah “Hidupmu bukan magis yang lantas berisi hal-hal manis”.

Hidup itu tak selalu manis seperti bayangan angan-anganmu. Semua tak selalu sesuai perhitunganmu, dan hidup ini tak selalu sama dengan perencanaanmu.

Hidup itu seperti roller coster, kadang kita di atas dan kadang pula kita di bawah. Jadi kalau bukan kamu yang berkorban, yah bersiaplah jadi korban.

Kadang cinta itu selalu mampu memaksa orang yang jatuh cinta untuk berkorban pada orang yang kamu cintai. Masalahnya, terkadang pengorbanan tak sebanding dengan hasil yang dikorbankan

Seperti itulah kebanyakan yang terjadi di luar sana. Kadang orang yang kamu cintai tidak tau betapa besar pengorbanan yang telah kamu korbankan, lalu dengan seenaknya meninggalkan begitu saja.

Dan itu tidak salah. Karena cinta memang butuh pengorbanan, bukan?

Hanya saja, mungkin kita salah bagaimana mengartikan pengorbanan yang sebenarnya. Atau mungkin dengan menjadi korban, kita bisa belajar banyak hal dari rasa keterpurukan.

Biarpun itu sakit, biarpun itu perih. Tak ada yang sia-sia dalam sebuah pengorbanan. Tuhan punya cara tersendiri dalam mengarahkan hambanya kepada yang benar.

Pastikan Pengorbananmu Itu Sepadan

Cinta Itu Butuh Pengorbanan, Haruskah?
Source : unsplash.com
Sebaiknya kita harus tau apa yang kita korbankan itu sebanding dengan apa yang nantinya kita dapatkan.

Pengorbanan akan cinta itu perlu, tapi jangan bertindak sebodoh itu. Setidaknya kita harus tau, mana yang pantas untuk dikorbankan dan mana yang tidak.

Tidak jadi masalah kalau hanya sebuah materi berupa uang dikorbankan untuk membahagiakan hati pasangan, bagiku itu sah-sah saja. Tapi jangan lupa, kalau kamu juga berhak untuk mendapatkan uang untuk makan.

Bukan hal gila seandainya kita berkorban untuk mendekati hati pasangan, walau jaraknya dari Pasuruan ke Bandar lampung. Justru itu perlu, untuk menarik simpati pasangan.

Saat merasa perlu untuk berkorban, cobalah untuk tidak pernah mengorbankan kebahagiaanmu demi orang lain. Cinta memang butuh pengorbanan, tapi kebahagiaanmu juga layak diperjuangkan.

Jika kamu mulai merasa pengorbanan yang kamu lakukan cukup besar, pastikan kamu dan pasangan telah memiliki nilai dan tujuan yang sepadan untuk diperjuangkan.

Upayakan untuk selalu mengutarakan perasaan dengan jujur mengenai apa yang dapat kamu korbankan dan apa yang tidak.

Jika kamu berkorban tidak masuk kerja 2 hari lantaran menemani pacar liburan, alih-alih kamu takut dia marah. Dan ujungnya kamu diberi peringatan sama perusahaan. Lantas siapa yang rugi?

Cinta memang butuh pengorbanan, tapi kebahagiaanmu juga layak diperjuangkan.

So, Be smart, Be Creative, And Be Happy with love

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar