orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Artikel ini kelanjutan artikel kemarin “Ketika pasangan bertanya tentang hal yang tidak disukai oleh kita akan dirinya?”. Masih melanjutkan sesi pertanyaan dilematis yang dilontarkan oleh istri.

Isi tulisan ini hanya tentang curhatan terselubung. Jika dikemudian hari istri ingin mengetahui alasannya, aku tinggal memberi rujukan link ini biar dia membaca isi hatiku yang sebenarnya, hahaha.

Kenapa aku bisa memutuskan untuk menikahi dia?

Seperti penggalan dari lagu Tujh mein rab dikhta hai dari film india Rab ne bana di jodi, yang artinya “aku melihat tuhan dalam dirimu, aku harus bagaimana kawan?”. Seperti itulah alasanku menikahi istriku. Tapi bukan seperti melihat Tuhan seperti lirik tersebut, tapi lebih karena aku melihat masa depanku bersamanya bahkan sebelum aku menjalaninya.

Anggap saja itu menghayal. It’s fine.

Kadang hidup itu berawal dari mimpi, begitu kalau kata bondan prakoso. Siapapun orangnya, dengan mempunyai mimpi dalam dirinya, dia akan menjalani kehidupan ini dengan bersemangat. Dan orang yang sudah kehilangan mimpi, hidupnya akan terpuruk dan tenggelam dalam kegelapan.

Seperti Uchiha Obito. Setelah kepergian Rin, hidupnya hampa karena kehilangan mimpi-mimpinya. Akhirnya dia harus tenggelam dalam kegelapan dan memusuhi dunia. Loh kok ini malah bahas anime, hahaha. Back to topic.

Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi pertimbanganku saat memutuskan menikah dengan dia. Berikut aku jelaskan dengan menuliskan poin demi poin tentang kenapa tiba-tiba aku memutuskan untuk menikahi dia.

#1. Teman Jadi Cinta

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Source : instagram.com/heyyarin
Hal pertama alasan kenapa aku memutuskan menikah tanpa pacaran adalah karena terprovokasi lagunya Zigas yang berjudul “Sahabat jadi Cinta”.

Tentu aku menikah bukan karena usiaku sudah sedikit menua, karena pada waktu itu aku masih berumur 23 tahun lebih 7 bulan. Umur segitu bagi cowok merupakan usia labil-labilnya laki-laki, yang sukanya keluyuran dan ganti-ganti pasangan. Sedangkan aku masih setia dengan status kejombloan. Hahaha

Tapi bukan berarti aku tidak laku loh, cuma belum ada saja cewek yang melihat pesonaku yang luar biasa ini, wkwkwkw.

Tapi aku senang dengan status single seperti ini. Karena dengan berstatus single tidak punya pacar, tiap minggu aku bisa jalan dengan cewek yang berbeda-beda. Ups! abaikan yang ini.

Istriku ini adalah orang yang susah sekali aku ajak jalan. Dan seingatku dia tidak pernah mau, hiks 😔

Karena kita sudah kenal dan menjadi rekan kerja cukup lama, rasa penasaran dan ingin tahu lebih tentangnya membuatku semakin jatuh cinta kepadanya.

Bisa jadi itu karena karma. Sebab aku dulu pernah menyombongkan diri bahwa “Aku tidak akan jatuh cinta kepada teman sendiri atau teman sekantor”. Bagiku punya pasangan sekantor itu sepertinya akan membosankan.

Dan pada akhirnya aku semakin penasaran dan jatuh cinta lebih dalam lagi ketika mengetahui ada 4 orang laki-laki yang mempunyai perasaan yang sama sepertiku. Dan aku semakin yakin bahwa aku mencintainya.

#2. Dia Muslimah Yang Baik Untuk Dijadikan Istri

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Source : islampos.com
Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya menikahi wanita sesama muslim, betul?

Aku memahami bahwa pengetahuan tentang agamaku tidaklah begitu menonjol. Disaat banyak orang bangun tengah malam untuk sholat malam dan berdoa agar didekatkan jodohnya, aku justru lebih banyak bangun tengah malam untuk melihat bola.

Disaat aku muda dulu (sekarang juga masih cukup muda kok), segala pernak-pernik tentang sepak bola merupakan kehidupanku selain menjadi buruh pabrik dan anak yang baik bagi orang tuaku. Sore main bola, malam dikit main PS sama teman, malamnya begadang dan begitulah hari-hari yang aku lalui.

Aku mengetahui bahwa orang baik akan dijodohkan dengan yang baik, dan berlaku sebaliknya. Meskipun aku sadar aku bukan orang yang baik bagi muslimah seperti ustadzah Oki misalnya. Tapi aku juga punya mimpi ingin memiliki istri yang kuat pondasi keagamaanya. Dan semua poin tersebut ada pada diri istriku.

Dia memakai jilbab, sholatnya baik, lulusan madrasah dan yang paling penting dia setia. Selain itu, orang tuaku juga menyukainya disaat aku pertama kali mengajak dia ke rumahku.

Aku menunjukkan pada ibuku bahwa dialah target masa depanku. Dan ibuku tersenyum seakan bilang “Kejarlah nak, bawa dia ke rumah ini”. Ok “Perintahmu adalah titah bagiku, Ibu! Akan aku culik dia dan aku sekap dengan manja di rumah ini” Hahahaha

#3. Dia Calon Ibu Yang Baik Untuk Anak-Anakku Nanti

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Foto pribadi
Pastilah setiap laki-laki akan mempertimbangkan poin yang satu ini. Karena menikah itu tentang mendapatkan keturunan yang suatu saat nanti akan menjadi ahli waris bagi kehidupan kita.

Setiap orang akan mendambakan anak yang sholeh dan sholehah, agar suatu saat nanti anak-anak tersebut yang akan menjadi penolong bagi kita.

Ada 3 amalan yang tidak akan putus bahkan ketika kita sudah mati. Amalan tersebut yaitu: Ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan doa anak sholeh dan sholehah.

Agar mempunyai anak yang sholeh dan sholehah, kuncinya adalah pada orang tuanya. Dan guru pertama bagi anak adalah seorang Ibu. Jadi jika kita memiliki istri yang baik dan sholihah, InsyaAllah anak kita juga akan baik dan sholeh sholihah.

Dan menurutku, Istriku adalah calon ibu yang baik untuk anak-anak ku nanti. Aku bisa melihat saat berkunjung ke rumahnya. Dia sangat kompeten menjaga ponakannya, apalagi kalau menjaga anak sendiri nantinya.

#4. Dia Putih Dan Cantik Untuk Meningkatkan Kualitas Keturunan

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Source : unsplash.com
Ini poin yang tidak penting, Tapi bagiku ini cukup penting. Aku yang memiliki kulit yang kasar kayak buaya, juga warna kulitku seperti sawo yang sedikit terlalu matang. Rasanya aku ingin menikahi wanita yang mempunyai kulit yang halus dan putih.

Dulu aku berangan-angan bisa memiliki istri secantik Chelsea Olivia. Aku punya banyak fotonya sewaktu SMA dulu, aku mengkoleksinya dari friendster officialnya dan aku buat wallpaper di komputer. Ok itu agak mengerikan wkwkwkw 😂😂

Chelsea ini mempunyai wajah yang cantik, putih dan gisulnya itu loh, hahaha. Dan Istriku ini juga memiliki poin dari kriteriaku mencari istri idaman.

Pertama tentang jilbab dan pondasinya dalam mengenal agama. Dia juga cantik, toh selain aku ada 4 orang lain yang sedang mengincar dia untuk dijadikan istri. Bahkan setelah aku bertunangan dengan dia, ada seseorang lagi yang terlambat meminang, karena keduluan aku 😃😃

Selain cantik, istriku ini kulitnya cukup mulus dan bersih tanpa jerawat. Dia jarang memakai makeup berlebih, hanya kadang di hidungnya sedikit berminyak. Tatanan giginya juga tidak beraturan, dan ada gisul di giginya yang menambah gemes ingin mencium bibirnya, halah...

Dan terakhir, dia bertubuh kecil, seimbang dengan aku yang lumayan tinggi untuk standart cowok. Bagiku cewek mungil itu menyenangkan, karena aku bisa memeluk dia dan dia tidak berdaya untuk melawanku 😆😆

#5. Mungkin Ini Takdir

Apa Yang Membuatku Memutuskan Menikah Denganmu
Ini adalah point yang paling penting dalam menjawab pertanyaan kenapa aku memutuskan menikah dengan dia tanpa pacaran terlebih dahulu.

Dan jawabanku adalah Takdir.

Disaat semua permintaan dan bebagai cara yang aku lakukan untuk mendekati dia, Semua usaha itu berujung pada penolakan halus. Entah kenapa, penolakan tersebut tak bisa membuatku move on dari dia.

Aku tidak bisa untuk tidak peduli disaat dia mengalami kesusahan, aku juga tidak bisa sok tidak memperhatikannya disaat dia lewat di depan mataku. Pernah aku coba melakukan hal demikian, dengan tidak peduli dan tidak memperhatikannya. Hasilnya aku gagal, bahkan aku semakin merindukannya.

Disaat aku berada dalam keputus asaan dan proses mengikhlaskan, di situlah titik balik dimana aku mendapat sebuah celah dan keberuntungan mendapatkan hatinya.

Setelah hampir beberapa bulan kita jarang berkomunikasi, aku baru menyadari bahwa dia juga memutuskan untuk tidak memikirkan laki-laki untuk saat ini. Dia hanya ingin fokus dengan kuliahnya.

Entah kenapa disaat aku berkunjung ke rumahnya untuk bersilaturohmi (lebaran), dia mengajakku ke sebuah telaga dekat rumahnya untuk menyenangkan hati kedua ponakannya. Dan disaat itulah tanpa sengaja aku melamar dia dengan mengatakan “Aku pinang kau dengan bismillah”. Ok ini sedikit lebay dan drama banget.

Intinya, aku mengajak dia menikah. Dari sekian pernyataanku tentang cinta kepadanya yang selalu ditolak mentah-mentah, kini justru dia menerimanya dengan anggukan mesra. Padahal apa yang aku lakukan itu tidak begitu serius dengan perencanaan secara matang.

Jantungku tiba-tiba berdebar kencang seakan aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Ini sungguh gila, bahkan aku ingin melompat ke telaga tersebut karena kegirangan. Tapi aku tahan karena gengsi dan menjaga image sok cool gitu.

Dan diperjalanan pulang kita berkali-kali salah tingkah dan sering gagal paham dalam perbincangan. Mungkin kita sedang syok. Saat aku bertanya kenapa istri tentang alasan kenapa baru sekarang mau menerimaku, namun dia tidak memberitahukannya.

Barulah aku tau alasannya setelah sekian lama menikah. Ternyata dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pacaran lagi. Jika suatu hari ada orang yang langsung melamar dia, dia akan menerimanya sepenuh hati. 
Dan beruntungnya, aku adalah orang pertama yang mengatakan itu padanya, akhirnya kita MENIKAH. Ini benar-benar takdir kan?


Jodoh itu rumit dan unik. Terkadang jodoh itu justru hadir disaat kita sedang putus asa dan datangnya juga secara tiba-tiba. Kita tidak pernah tau kapan kita singgah dijodoh yang ditakdirkan untuk kita. Yang harus kita lakukan hanya dengan menjalaninya. Yah, dengan tetap menjalaninya dengan keikhlasan kita.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar