orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Kamu adalah nyaman yang selalu membuatku pulang. Jauh dari mengekang, jauh dari kekanakkan, dan jauh dari meributkan yang tak berkepentingan.
Pun jikalau aku hilang, aku hanya sedang mengambil jeda sayang, segala yang berlebihan adalah pengundang kejenuhan.
Hanya ingin menjagamu lebih lama di sisi, menjadi perempuan di pelukan.
By Arin Rissaid
Kutipan di atas aku angkut dari blog lama teman semasa di wordpress dulu, Arin Risaaid. Perihal nyaman yang bisa membuat dia pulang. *Sepertinya dia lupa jalan untuk pulang wkwkwkwk

Dalem banget yak?

Kadang aku suka bingung membaca tulisannya. Gini nih kalau membaca blognya penyuka diksi, sementara yang baca gak ngerti soal diksi.

Tapi tak apa. Tulisan ini aku buat hanya sekedar untuk explore tulisan diksi genre romance ala Rissaid sesuai pemahamanku. Setidaknya aku ingin belajar memahami diksi biar penulisanku tidak monoton seperti biasanya.

Okay. Tak ada yang lebih nyaman dari rumah sendiri, apalagi di rumah ada si pembuat nyaman yang selalu membuat kita ingin pulang.

Cinta membuat orang merasa lebih nyaman dekat seseorang. Karena ada cinta itu pula kita betah berlama-lama diam di rumah. Mungkin untuk sekedar bercerita tentang suatu hal. Entah itu hal yang berkepentingan atau hal biasa yang membosankan sekalipun.

Kamu adalah nyaman yang selalu membuatku pulang

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : unsplash.com
Mungkin kata “Kamu” di sini sepertinya ditujukan kepada seseorang. Bukan hanya sekedar sebuah rumah yang membuatnya ingin pulang karena rasa nyaman.

Seseorang yang membuat Arin ini merasa nyaman. Siapakah dia? kepo banget sih. itu mah biarin urusannya Arin saja. Toh dia kan yang merasakan nyaman, wkwkwkw

Kalau bagiku, mungkin Rumah yang selalu membuat aku ingin pulang. Pulang untuk sekedar menaruh beban kehidupan, melepas semua kejenuhan dan tempat untuk melihat dan menunggu masa depan berkembang.

Ya tentu perihal keluarga. Orang tua yang selalu ikhlas membesarkanku tanpa mengharap imbalan. Istri yang selalu setia menungguku datang dan anak yang selalu ingin aku lihat untuk tumbuh berkembang di masa depan.

Nyaman Yang Jauh Dari Mengekang

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : ig @heyyarin
Siapapun tidak suka dirinya dikekang. Tapi ketika berkeluarga, mengekang adalah batasan untuk bisa menghargai perasaan pasangan.

Aku juga typikal orang yang jauh dari mengekang. Aku menulis seperti itu bukan untuk menyombongkan diri, hanya saja aku merasa akan melakukan hal sama (Pemberontakan) ketika diriku merasa dikekang oleh suatu hal.

Aku akan mengiyakan apapun yang dilakukan istri, asal itu hal baik dan tidak menyalahi aturan. Seperti halnya tentang keputusan istri yang menginginkan tetap bekerja.

Sejak awal aku tidak ingin istri ikut bekerja, tapi aku membiarkan dia untuk bekerja hanya sekedar untuk memberi dia jeda untuk berpikir, jeda untuk beradaptasi dan jeda untuk memilih jalannya sendiri.

Ketika dia memilih untuk berhenti bekerja, aku juga akan mengiyakan tindakannya. Toh sejak awal aku juga menginginkan seperti itu. Toh untuk sekarang dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan wargaku dan sudah menyadari beban yang dipikul untuk menjaga anak-anaknya.

Tapi terkadang, sikap yang jauh dari mengekang terlihat seperti tidak perduli. Hal yang sering kita ributkan hanyalah perihal ketidak pedulianku dan ketidak pekaanku. Ya, aku akui itu dan aku minta maaf untuk hal itu.

Nyaman Yang Jauh Dari Kekanak-Kanakan

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : unsplash.com
Yang di maksud Arin “Jauh dari kekanak-kanakan” itu mungkin semacam kedewasaan. Entah aku sendiri juga bingung bagaimana arti dewasa yang sesungguhnya.

Yang jelas, Pria dewasa akan menjadikan pasangannya lebih nyaman. Karena dewasa berarti mampu berpikir secara logis dan mampu membedakan mana yang salah dan yang benar.

Tapi kata “dewasa” ini lebih menyangkup hal yang sangat luas. Tidak sebatas sekedar mampu membedakan hal yang benar maupun salah. Dan setiap orang mempunyai persepsi dan kriteria sendiri untuk orang yang dianggap dewasa.

Bagiku, dewasa juga tak harus jauh dari kekanak-kanakan. Karena menurutku ketika kita menghadapai seseorang akan lebih mudah kita berbicara dengan mengikuti gayanya. Tak mungkin kan ketika seorang teman ngajak ngobrol tentang sepak bola kita membahas tentang tata boga. Nah loh kagak nyambung wkwkwkw

Begitupun saat menghadapi anak kecil. Tak perlu lah kita bersikap selayak pria dewasa yang angkuh dan berwibawa di depannya. Justru hal tersebut akan terlihat garing dan membosankan.

Jadi kekanak-kanakan pun akan sangat diperlukan diwaktu yang tepat untuk sekedar memberi rasa nyaman untuk orang sekitar.

Nyaman Yang Jauh Dari Meributkan Hal Yang Tak Berkepentingan

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : unsplash.com
Hmmm. Yang ini apa yah.

Meributkan hal yang tidak berkepentingan. Kenapa harus diributkan kalau tidak penting juga?

Yah karena hal yang tak penting, kenapa harus diributkan. Mungkin itu yang dimaksud oleh Arin tentang Nyaman yang jauh dari meributkan yang tak berkepentingan.

Ketika kita menjalin hubungan, bukannya konflik terjadi karena hal kecil yang tak begitu penting. Seperti halnya :

“Kenapa bales chat lama banget”
“Kemana saja sih,ditelpon ngak diangkat-angkat”
”Bisa ngak, tidak membuat aku menunggu lebih lama lagi, aku jenuh di sini”

Bagiku, pertanyaan seperti itu tidak relevan banget. Harusnya nanya baik-baik dulu. Cari tau alasanya kenapa dia tidak bales chat. Atau kenapa tidak bisa mengangkat telepon atau alasan kenapa sampai membuat dia menunggu lama.

Belum tau apa yang terjadi, sudah marah-marah dan menuduh yang bukan-bukan. Bagaimana bisa nyaman kalau hanya dengan hal yang sepele saja kita masih meributkannya.

Jikalau Aku Hilang, Aku Hanya Mengambil Jeda Sayang

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : unsplash.com
Ini kebanyakan yang dilakukan cowok saat lagi bertengkar sama pasangannya, mengambil jeda sejenak.

Mengambil jeda untuk bernafas, mengambil jeda untuk sekedar memikirkan kembali dan mengambil jeda untuk menekan emosi diri.

Mengambil jeda bukan seperti melarikan diri. Sebab kita tidak pernah lari, cuma menunggu waktu yang tepat untuk bertanggung jawab dengan apa yang terjadi.

Hal Yang Berlebihan Mengundang Kejenuhan

Mengutip Si Pembuat Nyaman Yang Ingin Pulang
Source : ig @heyyarin
Hal ini sudah pasti, sesuatu yang berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Makan banyak yang berlebihan membuat badan semakin melar. Tidur yang berlebihan juga bikin badan jadi kaku. Pacaran yang berlebihan juga tidak sehat bagi mata yang memandang, *eh wkwkwkwk

Tapi pada kenyataannya memang seperti itu. Kalau hanya sebatas status pacaran, tingkat kejenuhan akan semakin memuncak ketika hal berlebihan memberikan sebuah kejenuhan baru.

Selayak tiap hari sms atau chat hanya sekedar “Morning beb”, “Pagi Sayang” dan itu rutinitas tiap hari. Kadang hal seperti itu lebih terlihat membosankan dan jauh dari kata romantis.

Kadang seringnya bertemu membuat kehabisan kata-kata untuk sekedar merayu atau untuk membicarakan sesuatu. Yang ada hanya hening melanda tanpa ada cakap-cakap yang berarti.

Mungkin membiarkan jarak dan waktu memisahkan, hanya untuk memberikan rasa rindu yang berkembang. Mengambil jeda bertemu untuk menambah rasa percaya dan kasih sayang yang jauh dari kejenuhan.

Berarti Menikah juga akan mengakibatkan kejenuhan? Karena tiap hari bertemu dan tidak ada jeda untuk merasakan rindu yang berkembang.

Tentu tidak. Level menikah beda sekali dengan pacaran. Kita tidak membicarakan cinta dan rindu. Melainkan kasih sayang yang tulus yang tak padam oleh kejenuhan. Menikah bak drama kehidupan yang tak pernah habis tantangannya oleh zaman.

Jadi tak perlu jenuh dan takut untuk menikah, just enjoy and be happy. Karena tujuan dari Menikah salah satunya untuk BAHAGIA BERSAMA.

#Menuju Bahagia dan Melampainya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar