orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

Hukum Melombakan Burung Dara Itu Dosa Atau Tidak Sih?

Hukum Melombakan Burung Dara Itu Dosa Atau Tidak Sih?
Source : pixabay.com
Saat istirahat jam makan siang, aku sedang menikmati secangkir kopi hitam di warung dekat perusahaan bersama beberapa rekan kerja. Sambil menghisap sebatang rokok, kita saling bercerita.

Ah tidak! rasanya kita tidak bercerita sama sekali waktu itu. Kalian sibuk mainin gadget masing-masing, alih-alih aku hanya diam memegangi rokok dan sesekali menyeruput cangkir berisi kopi secara perlahan.

Disela-sela kesunyian itu (padahal banyak orang, tapi semua diam dan terpaku pada gadgetnya) aku melihat beberapa orang (tiga orang) dari kejauhan sedang berjalan di tengah teriknya matahari di hamparan ladang yang luas dan juga tandus.

Tanah yang tidak ditanami apa-apa karena musim kemarau, terlihat begitu menyegat dengan ilusi fatamorgana yang tampat dari kejauhan. Tapi 3 orang itu tetap bersikeras berada diteriknya matahari jam 12 siang itu.

Hanya berteduh di sebuah pohon yang tidak begitu tinggi dan tidak begitu banyak daunnya, mereka duduk dan mengeluarkan sesuatu dari sangkar yang dari tadi mereka bawa ke tengah tanah tandus tersebut.

Beberapa pasang burung dara mereka keluarkan dari sangkar tersebut. Satu orang memegangi burung itu dan berjalan menjauh dari tempat teduh yang menurutku tak seteduh senyumanmu kala itu #halah.

Setelah cukup jauh, satu orang yang membawa burung dara itu akhirnya melepaskan burung dara tersebut. Sementara 2 orang lainnya mengibaskan burung dara yang dipegangnya sambil berteriak.

Burung dara yang dilepaskan itu terbang sangat cepat dan menghampiri burung dara yang di gibaskan oleh kedua orang itu.

Bagaimana hukum mempermainkan burung dara itu yah? Bukankah itu dosa?” ucap salah satu temanku.

Yah dosa lah, itukan termasuk judi “ Sahut temanku yang lainnya.

Kalau hanya untuk kesenangan atau hobi saja, tanpa ada pertaruhan berupa uang gimana?” kata temanku lagi.

Entahlah....!

Aku hanya diam dan menyaksikan mereka berdebat.

Entah dosa atau tidak, yang jelas dari sudut pandang manusia, tetaplah tidak dibenarkan mempermainkan makhluk Tuhan seperti itu. Baik itu untuk perlombaan dengan hadiah ataupun tidak, yang tersiksa tetap burung dara itu juga kan.

Aku sih tidak perlu ambil pusing dengan berbagai hadist yang mengatakan makhruh ataupun haram. Setidaknya aku sadar sebagai mahkluk Tuhan, seandainya itu aku yang dilombakan seperti itu, aku juga bisa marah.

Bayangkan betapa setianya burung dara itu kepada pasangannya. Dia tidak bisa selingkuh dengan pasangan lain, namun Manusia memanfaatkan kesetiaanya itu untuk menjadi sebuah kesenangan egoisnya.

Seandainya kita sebagai manusia yang mencintai pasangan kita, yang mana kita selalu rindu dan tidak ingin berpisah dengannya. Lantas tiba-tiba kita dijauhkan begitu saja dan dipaksa untuk melakukan sesuatu untuk kesenangan orang lain tersebut.

Bagaimana perasaan kita? Sakit kan...

Apalagi aku juga tau sakitnya jauh dari orang yang kita cintai, lebih menyiksa ketimbang tertusuk jarum suntik vaksin covid 19 sekalipun. Luka fisik tak seberapa sakitnya ketimbang luka dihati #Eaaaaaa

Jika seandainya kalian diperlakukan seperti burung dara, apakah kalian akan tetap menghampiri pasangan yang kalian cintai, atau kalian terbang saja mencari kebebasan yang hakiki.

Kalau aku sih, tetap akan terbang ke pasangan itu. Karena cinta ini tetap akan memaksaku untuk kembali ke sang pemilik hati. Tapi aku akan berusaha untuk berubah dari burung dara menjadi elang yang akan menerjang makhluk biadab yang menjauhkan rindu dihati ini, hihihi

Kalau menurut kalian bagaimana?

#Menuju Bahagia dan Melampauinya

Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

Posting Komentar