orj8T0WsT2zMsRVKHuJzQudWBEVAEUHrIOfkryw1

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Mungkin bagi single, bayangan tentang menikah itu pasti yang indah-indahnya saja. Apalagi bagi mereka yang sedang dimabuk asmara ketika berpacaran ria. Bayangan menikah pasti bahagianya lebih dari rasa pacaran yang pernah mereka rasa.

Seperti disetiap membuka mata, yang terlihat adalah sesosok wajah manis nan mempesona. Biarpun wajahnya penuh keringat dan ada liur disekitar bibirnya, tetap saja dianggap mempesona. Namanya juga cinta.

Makan bisa berdua, mencuci berdua dan apapun itu bisa dilakukan berdua. Ada yang membuatkan kopi disetiap malam, ada pula yang bisa memijiti dikala rasa capek melanda badan. Dan ada pula yang memberikan sandaran dan pelukan saat badan terasa letih karena penat dengan sebuah rutinitas.

Ah, MENIKAH, indahnya tiada terkira

Tapi....

Apakah indahnya seperti itu setelah menikah? Apakah rasanya jauh lebih membahagiakan melebihi rasa saat pacaran?

Yah rasanya tidak adil kalau kita hidup selalu dengan kebahagiaan. Hidup itu harus seimbang. Jika kita mau merasa bahagia, kita harus tau juga rasanya sengsara, hahaha.

Seperti saat berjuang mendapatkan hati sang pujaan, pasti kita berjuang untuk mendapatkan perhatiannya, dan hal itu yang sering membuat kita sengsara. Ada terluka karena tidak dihiraukan, ada terluka karena sebuah penolakan dan sebagainya. Dan kesengsaraan itu sebanding dengan hasil bahagia setelah mendapatkannya.

Apalagi ada kata seperti ini “Orang yang paling membuat kita sakit hati, adalah orang yang terdekat dengan hati”. Nah loh?

Jadi kawan single sebelum halal yang aku hormati.

Yuk kita simak, apa saja sih hal-hal yang mungkin kita akan rasakan setelah pernikahan itu terjadi. Setidaknya, kawan sekalian mendapat gambaran dan tidak kaget dengan pernikahan itu sendiri.

#1. Pada Kenyataanya Kehidupan Rumah Tangga Itu Tak Seindah Drama Korea

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Nah loh, yang sering melihat Drama Korea. Kehidupan rumah tangga itu nggak semanis seperti drama korea loh.

Sering kita melihat di Drakor tentang kisah cinta dua insan yang berakhir dengan indah. Seperti kisah The Legend of Blue Sea yang harus tinggal menyendiri di pinggir pantai karena pasangannya adalah seorang putri duyung.

Kehidupan mereka sudah membaik karena konflik yang terjadi telah usai. Namun tak diceritakan bagaimana mereka menjalani hari-harinya setelah kisah indah tersebut.

Di kehidupan nyata, banyak yang berpikiran bahwa setelah menikah maka kehidupannya akan seindah di negeri dongeng. Bisa jalan-jalan berdua, tidur ada yang menemani, punya anak, dan sebagainya.

Padahal kenyataannya akan ada dimana banyak konflik dan masalah yang harus dihadapi dengan bijak. Sedikit saja menyerah pada keadaan, maka bahtera rumah tangga akan hancur berantakan.

Terutama bagi yang baru memulai sebuah pernikahan. Pasti keduanya akan binggung dengan tanggung jawab masing-masing terhadap pasangannya, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap keluarga mertuanya.

Semua harus dibagi, dipilah, dijalani dan disikapi dengan bijak. Agar kita bisa menikmati setiap proses menuju kebahagiaan itu sendiri.

Karena bahagia itu bukan karena sudah tercetak dalam buku nikah maupun sudah berpose bahagia di pelaminan. Tapi bahagia itu yang sudah menjalani lika-liku kehidupan berdua. Dengan mampu bertahan dari gelombang percekcokan dan terus berjuang mencapai sebuah kebahagiaan bersama.

#2. Bingung Dengan Kebiasaan Yang Berbeda

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Menikah itu menggabungkan dua adat, dua budaya dan dua kebiasaan menjadi satu.

Walaupun kamu sudah berpacaran selama 3-5 tahun dengan si dia, meskipun kamu udah tau 100% tentang dia saat pacaran, semua itu akan berubah saat sudah menikah.

Menikah itu pembuka tabir kepalsuan saat pacaran. Jadi jangan kaget, kalau karakter si dia tiba-tiba berubah tidak seperti yang kau bayangkan setelah menikah. Begitupun dengan adaptasi setelah pernikahan.

Diawal-awal pasti kita dihadapkan dengan kebingungan saat beradaptasi dengan budaya baru, adat yang baru dan kebiasaan yang baru. Dan sepertinya, semua pasangan akan mengalami hal yang serupa.

Kita yang masih berpegang dengan adat budaya dan kebiasaan yang biasa kita jalani, akan bertabrakan dengan adat budaya dan kebiasaan yang biasa terjadi di rumah mertua kita.

Seperti masalah mencuci pakaian. Kita yang biasanya mencuci pakaian nunggu 2-3 hari (anak- kos-kosan) akan bertabrakan dengan adat dia yang sudah terbiasa dengan mencuci tiap hari.

Pemikiran kita, akan lebih enak kalau dikumpulkan hingga banyak dulu, biar nyucinya sekalian. Selain efisien juga penggunaan tenaga bisa terkumpul di hari itu saja. Tapi bagaimana dengan pemikirannya?

Bisa saja dia mikirnya gini. Cucian yang ditimbun itu menjadi sarang nyamuk, nggak baik bagi kesehatan. Selain banyak nyamuk, bau pakaian kotor itu juga tidak sedap. Cucian yang banyak akan membuat jengah untuk mau memulai mencuci. Mending tiap hari, selain dikit juga pasti tidak membutuhkan banyak waktu untuk mencucinya.

Bagiku, keduanya terlihat sama dan benar dengan berpegang prinsip masing-masing. Nah, dari gambaran itu kita bisa tau bahwa menikah itu bukan tentang pemikiran kita pribadi maupun kebiasaan kita pribadi, tapi pemikiran dan kebiasaan berdua yang harus disingkronkan biar jadi bahagia.

#3. Sering Rindu Suasana Rumah

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Pasti bagi pasangan yang baru menikah, akan sangat merindukan suasana rumah tempat tinggalnya dulu. Apalagi rumah yang ditinggalinya hanya mereka berdua saja. Suami bekerja, tinggal lah istri sendirian di rumah. Tentu akan mengundang kebosanan yang luar biasa

Terlebih lagi bagi istri yang tinggal dengan mertua, ini yang lebih parah. Dengan adanya perbedaan adat dan budaya serta kebiasaan seperti di atas. Rasa canggung dengan mertua dan tetangga sekitar, akan membuat rindu suasana rumah semakin menjadi-jadi.

Terlebih lagi yang dulu suasana rumah yang ramai dengan ponakan, sekarang menjadi sepi sendiri.

Sebelum menikah, pasti ada anggota keluarga di rumah yang sering membuat kita jengkel dan ingin rasanya untuk segera menikah dan pindah dari rumah tersebut.

Namun ternyata setelah menikah, justru yang kita rasakan akan jadi sebaliknya. Kita akan merasakan kerinduan yang dalam dengan suasana ramainya di rumah. Bahkan hal yang menyebalkan sekali pun bisa menjadi kerinduan yang mendalam.

Jadi, seandainya pasanganmu ingin pulang, turutilah biar pasanganmu tidak menjadi strees berlebihan. Karena bahagia itu butuh proses, dan semua proses itu butuh waktu.

#4. Akan Ada Banyak Konflik Yang Akan Menghadang

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Masalah atau konflik itu selalu menghiasi dalam kehidupan rumah tangga. Tidak hanya bagi yang baru menikah saja, bahkan yang sudah 5-10 tahun menikah saja masih sering konflik. Apalagi yang baru-baru menikah 😁😁

Hidup itu tidak akan menarik jika tidak ada konflik yang melanda. Coba bayangkan Drama korea atau sinetron apapun, pasti tidak akan seru kalau tidak ada konflik di dalamnya.

Konflik itu semacam bumbu dalam masakan, jika terlalu banyak garam, pasti hancur rasanya dan akhirnya dibuang. Jadi sedini mungkin, kita belajar memahami konflik dan kalau bisa meredam secepatnya, agar tidak berlarut-larut dan berakhir tidak happy ending.

Karena berkaca dari pengalamanku, disetiap konflik terselesaikan, ada rasa sayang berlebih yang akan datang dan makin menguatkan.

Seperti halnya game, kalau udah Mission Complete, baru menuju stage yang berikutnya.

Sama halnya dengan menikah, kalau misi dengan istri complete, boleh lanjut ke stage dua dengan menikahi istri yang kedua, eh... enggak ding becanda 😆😆

#5. Pulang ke Rumah Setelah Kerja Adalah Prioritas Utama

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Bagi kaum pria, pulang kerja tidak langsung pulang itu sebuah hal biasa. Entah mampir ke rumah teman ataupun sekedar mencicipi kopi di pinggir jalan atau sekedar tebar pesona di jalanan.

Dan semua itu adalah hal wajar yang biasa dilakukan kaum pria, apalagi saat sedang dengan sahabat-sahabatnya.

Tapi semua itu harus dirubah sejak mulai memutuskan untuk menikah. Seperti yang aku jelaskan di atas, terkadang proses untuk beradaptasi dengan rumah baru maupun lingkungan rumah mertua itu tidaklah mudah.

Pasangan kita akan sangat mendambakan kita menemani dalam proses adaptasi tersebut. Selain agar dia tetap nyaman, juga tidak terjadi pemicu stress yang bisa menyebabkan konflik.

Begitu juga disaat sudah punya momongan, pulang kerja itu wajib langsung pulang ke rumah. Soalnya pasangan kita pasti sangat ribet sekali kalau mengurusi bayi sendirian. Jadi alangkah indahnya kalau kita (Pria) ikut andil dalam menjaga dan merawat buah hati kita.

#6. Ego Tak Bisa Bekerja Dalam Pernikahan

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Jika dulunya kita mempertahankan ego, maka setelah menikah, kita pun harus belajar mengatur ego. Seperti belajar untuk berkompromi dengan pasangan ataupun mengambil sebuah keputusan di antara dua pendapat.

Intinya musyawarah untuk mufakat.

Jadi setelah menikah komunikasi dengan pasangan itu penting. Sebuah keputusan tidak selalu diambil dari seorang pria, tapi akan lebih enak jika dibicarakan dulu berdua. Dan diambil jalan tengah biar sama-sama bahagia.

Seperti masalah memberi uang kepada orang tua, ataupun tentang istri bekerja atau tidak bekerja dan sebagainya. Dengan demikian, keputusan yang diambil bisa menjadi jalan tengah bagi keduanya dan dijalankan dengan senang hati oleh kedua pihak.

#7. Membuang Rasa Jijik

7 Hal Yang Mungkin Kalian Alami Setelah Pernikahan
Source : unsplash.com
Nah ini yang terpenting. Soalnya dari hal ini aku terinspirasi untuk membuat ide artikel ini. Pernah aku singgung juga tentang hal ini di artikel 7 hal penting menjadi ayah keren di zaman now.

Jika sudah menikah, rasanya kita harus membuang rasa jijik kita untuk beberapa hal. Terutama seperti tentang membersihkan hal yang berbau menyengat, seperti toilet, baju pasangan yang lumayan lama tidak dicuci maupun bau ketiak suami yang lumayan bikin dahi mengkerut.

Percayalah, tidak semua cowok itu hidupnya bersih dan higienis 😂😂

Begitupun dengan membersikan kotoran anak. Semua pekerjaan yang menyangkut anak, tidak selalu itu tugas Istri. Akan tetapi itu tugas bersama.

Kadang suami jijik disaat anaknya Pub atau saat anaknya muntah karena kebanyakan minum.

Disaat sedang asik-saiknya main dengan anak, tercium bau menyegat dari pantat anak. Bukannya di benerin malah panggil-panggil istri untuk segera membereskan masalah yang terjadi. Itu tidak fair kawan?

Seandainya dibalik, saat kita sudah tua dan anak-anak kita sudah dewasa. Dan kita pup di pempers super besar, sedangkan kita sudah tidak berdaya. Bagaimana kalau anak kita enggan untuk menganti popok kita. Lantaran balas dendam si anak kepada kita, karena dulu pernah memperlakukan anak kita seperti itu.

Nah loh. Enggak mau kan kayak gitu. Jadi yuk buang gengsi dan rasa jijik jika sudah nikah.

Kapan lagi loh kita bisa merawat anak kita (bayi) kalau nggak sekarang. Soalnya lucu-lucunya anak adalah saat masih balita gini. Apapun yang dia lakukan, biarpun BAB ataupun ngompol di celana. Sungguh itu hal terindah yang bisa kita ingat nanti dan bisa diceritakan kembali ke anak saat sudah beranjak dewasa.


Bagaimana? Bisa bayangkan sebuah hubungan bernama “pernikahan” dari artikel ini?

Semoga artikel ini tidak menyiutkan nyali kalian untuk menyelami bahtera rumah tangga. Sungguh, MENIKAH ITU MEMBAHAGIAKAN.

Dibalik keribetan dan keter-kekang-an yang aku tuliskan, ada hal terindah yang bisa kita rasakan dengan indahnya sebuah pernikahan.

#Menuju Bahagia dan Melampauinya
Related Posts
Ainur
Penikmat kopi dikala senja maupun dikala hujan gerimis melanda. Mencoba menyelami dunia tarik suara dan gagal, akhirnya mencoba keberuntungan di dunia tulis-menulis ala kadarnya

Related Posts

2 komentar

  1. Menikah awal dari memahami dua karakter serta dua keluarga besar.
    Jika bisa saling tahu, kapan salah satu harus diam, kapan harus mendengar, kapan harus menunjukkan dengan tindakan, pernikahan justru membuat dua pribadi akan semakin terarah langkahnya.

    Selamat bebenah di rumah baru, mas.
    Saya kehilangan domain, ga kepikiran melakukan ini. Sekarang nyesel karena domainnya udah dibeli orang lain, hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih udah mampir mbak 😀
      Iya, aku cuma bisa nyelametin domainnya aja hehehe

      Hapus